ekonomi

Pelatihan Terpadu UKM Pangan Olahan Go Export, Kerja Bareng Badan POM dan Sekolah Ekspor

Sabtu, 9 Oktober 2021 | 09:53 WIB
Dukung perluasan pasar ke mancanegara, Badan POM dan Sekolah Ekspor gelar program pelatihan terpadu UKM Pangan Olahan Go Export. (humas bpom)

TITIKTEMU.CO JAKARTA - Sebagai bentuk dukungan untuk mewujudkan kemudahan dan peningkatan ekspor pangan olahan asal Indonesia ke mancanegara, Badan POM bekerja sama dengan Sekolah Ekspor melaksanakan program “Pelatihan Terpadu UKM Pangan Olahan Go Export” yang dilaksanakan secara daring, Jumat (8/10) kemarin.

Kegiatan itu dihadiri oleh Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan, Rita Endang dan Kepala Sekolah Ekspor, Handito Joewono.

Ekspor memiliki potensi kontribusi yang besar pada peningkatan perekonomian, yaitu dapat membuka peluang lapangan kerja, menghasilkan devisa, sekaligus memperkuat branding produk Indonesia di pasar global terutama untuk produk pangan olahan produksi Indonesia.

Baca Juga: Badan POM Kembali Terbitkan Izin Penggunaan Darurat Untuk Vaksin Janssen Dan Vaksin Convidecia

Baca Juga: Industri Berorientasi Ekspor Boleh Beroperasi 100 Persen. Jabodetabek Turun Ke Level 3 PPKM

Keamanan dan mutu pangan yang diperkuat dengan sentuhan kreativitas khas budaya Indonesia merupakan nilai unggul yang diharapkan meningkatkan daya saing produk sehingga mampu menembus pasar ekspor.

Rita Endang menjelaskan bahwa  jenis produk pangan olahan yang paling banyak diekspor dari Indonesia adalah makanan ringan, biskuit, dan mi instan.

Baca Juga: BAZNAS Beri Bantuan Modal Kepada UMKM yang Terdampak Pandemi Covid 19

 “Negara-negara di Asia, terutama negara ASEAN seperti Malaysia, Vietnam, dan Filipina, serta Republik Rakyat Tiongkok menjadi negara tujuan utama ekspor produk pangan olahan Indonesia,” papar Rita sebagaimana dimuat laman resmi Badan POM.

Lebih lanjut, Rita menyatakan untuk mewujudkan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Pangan Olahan Go Export, Badan POM bekerja sama dengan Sekolah Ekspor yang memiliki visi selaras dengan komitmen Badan POM dalam mendorong UKM pangan olahan menjadi eksportir baru.

“Selain itu, Badan POM menjalin kerja sama dengan stakeholder terkait, seperti Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), Kementerian Keuangan, Kementerian Perdagangan, regulator di negara lain, dan asosiasi pelaku usaha,” lanjut Rita.

Baca Juga: Bupati Esti’anah Minta Dekranasda Demak Bantu Perluas Pemasaran Kerajinan Secara Online

Sementara itu, Kepala Sekolah Ekspor dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini sudah ditunggu oleh para calon eksportir di bidang pangan olahan.

“Kegiatan ini sudah ditunggu oleh calon eksportir untuk mendampingi teman-teman UKM yang mau ekspor, khususnya produk pangan. Akhirnya program pelatihan terpadu ini bisa terwujud. Ini merupakan sebuah kebanggaan karena UKM bisa belajar langsung dengan guru atau ahlinya, yaitu Badan POM,” ujar Handito.

Halaman:

Tags

Terkini