Padahal, sumber edukasi keuangan modern juga menempatkan aturan ini sebagai titik awal yang dapat disesuaikan dengan pendapatan, biaya hidup, dan tujuan masing-masing.
Bagi seseorang dengan gaji Rp4 juta, menabung 20 persen berarti menyisihkan Rp800 ribu setiap bulan. Bagus kalau bisa. Tetapi kalau angka tersebut membuat kebutuhan pokok harus dibayar dengan utang, strateginya justru berbalik arah.
Baca Juga: Hidroponik Sistem Sumbu Jadi Solusi Berkebun di Lahan Sempit, Mudah Dipraktikkan dan Hemat Biaya
Lebih masuk akal menggunakan pola yang fleksibel, misalnya 70-20-10: 70 persen kebutuhan, 20 persen keinginan, dan 10 persen tabungan.
Bahkan jika baru sanggup menabung 5 persen, itu bukan kegagalan. Rp200 ribu yang konsisten disimpan setiap bulan tetap lebih realistis daripada memaksakan Rp800 ribu lalu mengambilnya kembali sebelum akhir bulan.
Rumus Budgeting yang Lebih Cocok untuk Gaji di Bawah Rp5 Juta
Untuk penghasilan kecil, fokus pertama bukan mengejar angka ideal, melainkan membuat arus kas tidak jebol.
Baca Juga: Lurah Syerly Temui Warga usai Viral Ucapan 'Cie Curhat', Ulfa Tegaskan Tak Ada Konflik Pribadi
Urutannya bisa dibuat sederhana:
1. Hitung kebutuhan wajib terlebih dahulu.
2. Sisihkan tabungan sesuai kemampuan, meski kecil.
3. Batasi keinginan setelah kebutuhan dan tabungan teralokasi.
4. Evaluasi pengeluaran setiap bulan.
5. Naikkan persentase tabungan ketika penghasilan bertambah.
Jadi, budgeting 50-30-20 bukan gagal total. Yang gagal adalah ketika rumus dari kondisi ekonomi berbeda dipaksakan mentah-mentah ke dompet yang punya cerita sendiri.