TITIKTEMU.CO-. Banyak orang bilang kota A lebih murah daripada kota B. Ada juga yang bersikeras bahwa tinggal di kota besar pasti lebih boros dibanding kota menengah.
Masalahnya, klaim seperti itu sering hanya berdasarkan perasaan, bukan angka nyata.
Karena penasaran, saya membuat eksperimen sederhana: menghitung simulasi pengeluaran selama setahun di tiga kota berbeda di Indonesia, yaitu Jakarta, Yogyakarta, dan Balikpapan.
Tujuannya bukan mencari kota termurah, melainkan melihat bagaimana biaya hidup benar-benar bekerja ketika dihitung secara detail.
Sebagai pembanding, saya juga melihat data biaya hidup dari Numbeo yang sering digunakan untuk membandingkan kota-kota di berbagai negara.
Baca Juga: Anak yang Dibesarkan Tanpa Drama Justru Lebih Sulit Hadapi Hidup — Ini Sebabnya
Metode Perhitungan yang Digunakan
Agar adil, saya menggunakan profil yang sama untuk ketiga kota:
- Tinggal sendiri
- Menyewa apartemen atau kos eksklusif sederhana
- Menggunakan transportasi campuran (motor online dan kendaraan pribadi)
- Makan kombinasi masak sendiri dan makan di luar
- Memiliki langganan internet dan hiburan digital
- Tidak memasukkan cicilan rumah atau kendaraan
Kategori pengeluaran yang dihitung:
- Sewa tempat tinggal
- Makan dan kebutuhan harian
- Transportasi
- Internet dan utilitas
- Hiburan dan kebutuhan pribadi
Baca Juga: Sensasi Sport Touring SYM Maxsym TL: Skutik Maxi dengan Performa Menggoda dan Kenyamanan Optimal
Hasil Simulasi Pengeluaran Setahun
Jakarta
Rata-rata pengeluaran bulanan:
- Sewa: Rp4.500.000
- Makan dan kebutuhan harian: Rp3.000.000
- Transportasi: Rp1.500.000
- Utilitas dan internet: Rp700.000
- Hiburan dan kebutuhan pribadi: Rp1.300.000
Total per bulan: Rp11.000.000
Total per tahun: Rp132.000.000
Jakarta memang menawarkan banyak peluang kerja dan fasilitas. Namun biaya tempat tinggal menjadi faktor terbesar yang menguras anggaran.
Baca Juga: Kota-Kota Ini Diprediksi Jadi Jakarta Baru dalam 10 Tahun