ekonomi

Konflik Timur Tengah Memanas, Investor Disarankan Diversifikasi Aset Safe Haven

Minggu, 8 Maret 2026 | 18:10 WIB
Konflik Timur Tengah Memanas, Investor Disarankan Diversifikasi Aset Safe Haven. (Titiktemu.co)

Baca Juga: Konflik Timur Tengah Memanas, Kemenlu Usulkan Penundaan Keberangkatan Jemaah Umrah Sementara 

Investor Ritel Disarankan Tidak Terlalu Agresif

Analis Komoditas dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyarankan agar investor ritel tidak memindahkan seluruh portofolio investasi ke aset safe haven.

Menurutnya, strategi terbaik yang bisa dilakukan adalah diversifikasi portofolio untuk menyeimbangkan risiko investasi.

Diversifikasi berarti menyebar investasi ke berbagai instrumen agar risiko kerugian bisa ditekan jika salah satu aset mengalami penurunan nilai.

Investor bisa menambahkan porsi emas, dolar AS, atau instrumen berbasis obligasi berkualitas tinggi sebagai penyeimbang dari aset yang lebih berisiko seperti saham.

Baca Juga: Update Perang AS–Israel vs Iran: Lebih dari 1.300 Orang Tewas di Teheran, Dunia Soroti Konflik yang Memanas

Porsi Emas Ideal dalam Portofolio

Lukman menjelaskan bahwa emas bisa dijadikan sebagai instrumen lindung nilai atau hedging terhadap risiko pasar.

Karena itu, dia menyarankan agar porsi emas dalam portofolio investor berada di kisaran 5 hingga 10 persen dalam kondisi pasar normal.

Namun ketika risiko geopolitik meningkat, porsi emas bisa dinaikkan menjadi sekitar 10 hingga 20 persen, tergantung pada profil risiko masing-masing investor.

Meski demikian, dia mengingatkan banyak investor kerap memiliki persepsi keliru mengenai aset safe haven. Sebagian orang menganggap aset tersebut pasti selalu naik saat terjadi krisis global.

Kenyataannya, harga aset safe haven bisa mengalami volatilitas dalam jangka pendek. Hal ini akibat berbagai faktor seperti likuidasi pasar, penguatan dolar, hingga perubahan kebijakan moneter global.

Baca Juga: Prabowo Putar Arah Soal Iran, Kirim Duka untuk Khamenei, Beri Sinyal Keluar dari Board of Peace 

Prospek Emas Jika Konflik Berlanjut

Halaman:

Tags

Terkini