Menurut Lukman, jika ketegangan geopolitik di Timur Tengah terus berlanjut, harga emas masih berpotensi menguat. Dia memperkirakan harga emas bisa bergerak di kisaran US$ 5.400 hingga US$ 5.600 per ons troi.
Selain itu, indeks dolar AS diperkirakan akan bergerak di rentang 98 hingga 102 jika permintaan terhadap aset safe haven tetap tinggi.
Sementara itu, pasangan mata uang USD/JPY diproyeksikan bergerak dalam kisaran 150 hingga 165, tergantung pada sentimen pasar serta kebijakan moneter Jepang.
Yen Jepang sendiri berpotensi menguat terbatas ketika pasar memasuki fase risk-off, yaitu kondisi ketika investor menghindari aset berisiko.
Di sisi lain, franc Swiss juga diperkirakan tetap mendapatkan sentimen positif dari investor global yang mencari perlindungan dari ketidakpastian pasar.
Dengan kondisi geopolitik yang masih memanas, banyak analis menilai strategi diversifikasi menjadi langkah paling aman bagi investor untuk menjaga stabilitas portofolio.***
Artikel Terkait
Jangan Salah Pilih! 7 Aplikasi Investasi Emas Legal Berizin OJK dan Bappebti
7 Aplikasi Investasi Saham Terbaik dan Aman 2026, Cocok untuk Pemula hingga Trader Aktif
Wajib Tahu! Panduan Investasi Bitcoin untuk Pemula Agar Nggak Boncos
Mana Lebih Untung, Investasi Emas atau Saham? Ini Plus Minusnya, Jangan Salah Pilih!
Deposito Emas Pegadaian, Investasi Dengan Imbal Hasil Emas, Begini Cara dan Keuntungannya