ekonomi

Kisah Wahyudin Sukses Mengubah Wajah Kalongliud, Sarjana Akuntansi ini Ubah Lahan Tidur Jadi Pertanian Produktif

Senin, 23 Februari 2026 | 15:42 WIB
Wahyudin, Sarjana Akuntansi pilih pulang membangun kampung halamannya di Desa Kalongliud, Nanggung, Bogor. (BRI)

Perubahan tak berhenti pada budidaya. Wahyu juga mendobrak ketergantungan petani pada tengkulak. Kelompok Taruna Muda diposisikan sebagai fasilitator pasar, memangkas rantai distribusi dan menjual hasil panen langsung ke Pasar Induk Kemang dan Kramat Jati.

Dampaknya signifikan. Pendapatan kelompok tani meningkat 65 persen. Sepanjang 2024–2025, unit usaha cabai yang dikelola bersama kelompoknya membukukan keuntungan bersih Rp246.258.000.

Baca Juga: Viral Satpol PP Tutup Lapak Ibu Penjual Sayur di Sumba Barat Daya, Picu Perdebatan soal Hak Berjualan

Program ini menjadi jaring pengaman sosial bagi anggota kelompok sebagai penerima manfaat langsung, maupun bagi masyarakat lainnya. Yang paling membanggakan, 8 mantan pelaku PETI kini telah beralih menjadi petani produktif.

Secara makro, inisiatif kolaboratif bersama ANTAM mencatatkan nilai Social Return on Investment (SROI) sebesar 4,34 serta berkontribusi menurunkan tingkat kemiskinan desa sebesar 6,52 persen. Atas dedikasinya, Wahyu dianugerahi Environmental and Social Innovation Award (ENSIA) 2025 sebagai Local Hero Inspiratif.

Baca Juga: 5 Situs Nonton Anime Sub Indo Legal Terbaik 2026 FULL HD Tanpa Malware atau Iklan Mengganggu

Kini, semangat itu terus menyala melalui Rumah Belajar Garitan yang telah dikunjungi lebih dari 696 orang. Ia juga berhasil mendorong regenerasi petani muda, termasuk Atang Sujai yang kini aktif menyempurnakan formula pupuk organik untuk desa-desa sekitar.

Bagi Wahyu, gelar sarjana dan penghargaan nasional bukanlah puncak pencapaian. Kemenangan terbesarnya adalah melihat tetangganya pulang ke rumah dengan selamat, membawa hasil keringat yang halal.

“Kalau kita merawat tanah dengan hati, tanah akan merawat kehidupan kita. Dan kalau kita bergerak bersama, desa ini akan selalu punya harapan,” tutup Wahyu, menatap hamparan hijau yang dulu sempat hampir ditinggalkan," pungkasnya. ***

Halaman:

Tags

Terkini