TITIKTEMU.CO - IHSG hari ini ditutup anjlok tajam pada Jumat, 6 Februari 2026, menjadi pukulan bagi investor pasar saham Indonesia.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 168,62 poin atau 2,08 persen ke level 7.935,2, memperpanjang tren pelemahan dalam beberapa hari terakhir.
Penurunan drastis ini terjadi di tengah kombinasi sentimen negatif global dan domestik. Mulai dari tekanan bursa Asia, anjloknya Wall Street, hingga perubahan outlook kredit Indonesia oleh lembaga pemeringkat Moody’s.
Situasi ini membuat pelaku pasar memilih bersikap hati-hati, bahkan cenderung melakukan aksi jual besar-besaran.
Baca Juga: Bitcoin Anjlok ke USD 70.000, Sinyal Bear Market Baru? Begini Kata Analis
IHSG Tertekan Aksi Jual Besar-Besaran
Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG terus bergerak di zona merah tanpa mampu bangkit. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan tekanan jual mendominasi hampir seluruh sesi perdagangan.
Total nilai transaksi mencapai Rp 19,7 triliun, dengan volume perdagangan sebesar 35,5 miliar saham dan frekuensi transaksi mencapai 2,2 juta kali.
Jumlah saham yang melemah jauh lebih banyak dibandingkan yang menguat. Sebanyak 646 saham turun, hanya 107 saham naik, dan 68 saham stagnan. Ketimpangan ini mencerminkan sentimen negatif di pasar saham.
Investor asing dan domestik tampak kompak melakukan aksi profit taking dan mengurangi risiko di tengah ketidakpastian global.
Baca Juga: 10 HP Flagship Terkencang Januari 2026 Versi AnTuTu: RedMagic 11 Pro Plus Tak Terkalahkan
Hampir Semua Sektor Saham Tumbang
Pelemahan IHSG hari ini juga tercermin dari kinerja sektor saham yang mayoritas berakhir di zona merah.
Sektor barang konsumen primer menjadi yang paling terpukul dengan penurunan hingga 5,11 persen, disusul sektor perindustrian yang turun 4,51 persen. Sektor energi juga mengalami penurunan 3,25 persen.