TITIKTEMU.CO - Generasi Z (lahir ±1997–2012) dikenal cerdas digital, kreatif, dan punya akses berbagai peluang ekonomi.
Namun ketika urusan uang dan keuangan, banyak Gen Z yang masih belum punya strategi matang — sehingga sering melakukan kesalahan yang bisa berakibat jangka panjang.
Untungnya, dengan literasi finansial yang tepat, Gen Z bisa menghindari jebakan finansial dan mulai membangun masa depan yang sehat secara ekonomi.
Baca Juga: Gundam Akhirnya Turun ke Dunia Nyata: Film Live Action Resmi Mendarat di Netflix!
1. Tidak Punya Anggaran (Budgeting)
Salah satu kesalahan paling umum adalah tidak punya anggaran bulanan yang jelas.
Survey menunjukkan banyak Gen Z bingung kemana uangnya pergi karena tidak mencatat pengeluaran dan pemasukan.
Tanpa anggaran, uang sering habis sebelum waktunya — tanpa tabungan atau tujuan finansial jelas.
Cara Menghindarinya:
Buat anggaran sederhana menggunakan aplikasi budgeting atau spreadsheet dengan kategori seperti kebutuhan, hiburan, tabungan, investasi, dan darurat.
Metode 50/30/20 bisa jadi panduan awal — 50% kebutuhan, 30% gaya hidup, 20% tabungan/investasi.
2. Belanja Impulsif karena FOMO
Media sosial memicu fenomena FOMO (Fear of Missing Out) yang membuat banyak Gen Z membeli barang yang tidak mereka butuhkan hanya karena tren.
Ini sering menggerus tabungan dan memperbesar pengeluaran konsumtif.
Cara Menghindarinya:
Jika ingin membeli sesuatu, lakukan pause 24 jam sebelum checkout.