TITIKTEMU.CO - Di tengah gaya hidup modern yang serba cepat, kebutuhan akan layanan praktis seperti laundry kiloan tetap tinggi.
Banyak orang yang tidak sempat mencuci sendiri karena kesibukan kerja, sekolah, atau kuliah — dan di sinilah peluang bisnis ini menjadi menarik untuk dilirik oleh pemula yang ingin mulai usaha.
Baca Juga: Resep Es Gabus 2026: Dari Viral Es Spons ke Jajanan Jadul yang Bisa Jadi Ladang Cuan
Apa yang Membuat Bisnis Laundry Kiloan Tetap Relevan?
Laundry kiloan adalah model layanan pencucian pakaian berdasarkan berat, bukan per item. Hal ini membuatnya lebih sederhana untuk pelanggan dan efisien dalam operasional, terutama untuk pakaian sehari-hari.
Menurut data asosiasi, bisnis laundry terus tumbuh karena urbanisasi dan gaya hidup yang makin sibuk.
Permintaan laundry tidak hanya datang dari keluarga, tetapi juga dari mahasiswa kos, pekerja kantoran, hingga profesional muda yang menghargai waktu lebih dari sekadar mencuci sendiri.
Seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan kebersihan dan kenyamanan, jasa laundry kiloan tetap punya pasar luas yang stabil.
Baca Juga: Dari Kampus Itera ke Panggung Dunia: Natasya Buktikan Riset Bisa Jadi Suara yang Didengar Global
Modal Awal dan Biaya yang Harus Dipertimbangkan
Salah satu hal yang menarik dari bisnis ini adalah modalnya bisa terjangkau, terutama jika kamu memulai dari rumah atau tempat kecil.
Peralatan seperti mesin cuci, pengering, timbangan, setrika, dan deterjen adalah komponen utama yang perlu dipersiapkan.
Secara umum, modal awal untuk laundry kiloan bisa berkisar puluhan juta rupiah tergantung jumlah mesin dan fasilitas penunjang yang ingin kamu sediakan.
Kamu juga bisa memulai lebih hemat dengan membeli mesin bekas berkualitas atau menggunakan ruang rumah sebagai tempat usaha sementara.