Gas Jadi Jembatan, Batu Bara Masih Menghantui
PLN beralasan, transisi harus dilakukan bertahap. Gas diposisikan sebagai “jembatan” agar pasokan listrik tetap terjaga. Meski begitu, PLN menegaskan proyek fosil yang sudah masuk pipeline tetap akan diselesaikan.
Bagi pengamat, strategi “back loaded” alias menumpuk proyek energi bersih di akhir dekade penuh risiko, mulai dari masalah pembiayaan, izin, hingga rantai pasok saat banyak proyek dikebut sekaligus.
Pusat Penelitian DPR mengingatkan, semakin lama transisi ditunda, semakin berat beban yang harus ditanggung sekaligus.
Baca Juga: Program MBG Diterpa Badai Keracunan, Menu Burger hingga Spageti Jadi Sorotan Ahli Gizi
Janji Hijau yang Masih Samar
Di balik angka-angka itu, transisi energi bukan hanya soal dokumen teknis. Ini soal udara bersih, kesehatan publik, hingga daya saing ekonomi.
Ketika dunia bergerak cepat meninggalkan batu bara, Indonesia justru memilih menunda langkah besar hingga awal 2030-an.
“Semakin lama kita menunggu, semakin mahal harga yang harus dibayar,” tulis peneliti CREA.
PLN boleh menyebut rencananya sebagai “RUPTL paling hijau”. Namun bagi publik, pertanyaan sederhana tetap menggantung: apakah janji hijau ini benar-benar akan terwujud, atau hanya berhenti sebagai angka di atas kertas?***