ekonomi

Airlangga Hartarto: Isu Barang Bajakan di Mangga Dua Tak Masuk Agenda Dagang RI-AS

Sabtu, 26 April 2025 | 18:56 WIB
Menko Airlangga sampaikan isu barang bajakan di mangga dua tak masuk agenda dagang RI-AS (Dok. BRI)

TITIKTEMU.CO - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, menanggapi isu yang sempat ramai soal Pasar Mangga Dua Jakarta yang disebut-sebut sebagai pusat peredaran barang bajakan oleh pemerintah Amerika Serikat.

Ia menegaskan bahwa isu tersebut tidak masuk dalam topik pembahasan resmi dalam negosiasi perdagangan bilateral antara Indonesia dan AS.

Baca Juga: Garap Pasar Global, UMKM Minuman Herbal Ini Kian Percaya Diri Berkat Dorongan BRI

Pasar Mangga Dua Disorot AS, Tapi Tak Dibahas Dalam Negosiasi

Sebelumnya, pemerintah AS di bawah Presiden Donald Trump sempat menyebutkan Pasar Mangga Dua dalam laporan tahunan perdagangan internasional bertajuk National Trade Estimate Report on Foreign Trade Barriers 2025.

Dalam laporan tersebut, pasar ini disebut sebagai lokasi yang memiliki tingkat pelanggaran hak kekayaan intelektual yang tinggi.

Baca Juga: Nego Dagang RI ke AS: Airlangga Dorong Impor Energi dan Gandum demi Atasi Tarif Balasan

Namun Airlangga menjelaskan bahwa dalam pertemuan teknis maupun diplomatik antara Indonesia dan Amerika Serikat, tidak ada satupun pembahasan terkait Mangga Dua.

“Isu ini tidak dibahas secara spesifik, bahkan tidak masuk dalam topik inti negosiasi. Ini cuma ramai di luar, padahal dalam forum resmi tidak ada,” ujar Airlangga dalam konferensi pers virtual pada Jumat, 25 April 2025.

Baca Juga: Mengenang Raminten: Asal-usul dan Warisan Budaya Kuliner Sarat Budaya dari Almarhum Hamzah Sulaiman

Fokus Pembahasan: Investasi, Inovasi, dan Pasar Baru

Airlangga menekankan bahwa fokus utama kerja sama dagang antara Indonesia dan AS saat ini lebih pada penguatan iklim investasi dan kolaborasi di bidang teknologi dan inovasi industri.

Pemerintah Indonesia tengah mendorong pertumbuhan sektor manufaktur dan energi hijau, sekaligus memperluas akses pasar ekspor melalui kerja sama global.

Baca Juga: Strategi Nego Dagang RI ke AS: Tambah Impor Energi demi Ringankan Tarif Balasan

Halaman:

Tags

Terkini