TITIKTEMU.CO, Melihat sebuah sampul agenda kulit yang dibuat dengan lukisan menggunakan tinta dari empedu sapi di Turki membuat Bayu Ratna Dhini pemilik Diby Leather terinspirasi. Ayu biasa dipanggil, kemudian mencoba berinovasi menggunakan kulit sapi yang diberi sentuhan lukisan dengan teknik water colour base atau pewarna berbasis air yang nyaris tak menyisakan limbah.
Dalam prosesnya, Ayu mengungkapkan, kulit sapi yang telah melalui proses penyamakan dicelupkan ke air yang sudah diberi color base dan dilukis agar motifnya beragam dan tidak pasaran. Setelah selesai menggunakan pewarna water base, kulit sapi yang sudah diberi warna akan melalui proses pencucian, pengeringan dan dilanjutkan ke pemanasan.
Tak hanya itu, produknya juga sudah diuji secara laboratorium, dimana produk Diby Leather ini kuat terhadap asam, basa, panas, gesekan serta terhindar dari kelunturan.
"Setelah trial by error alhamdulillah tidak membutuhkan waktu lama kulit sapi berproses berjalan dengan mulus. Kita gunakan pewarna khusus untuk kulit jadi water base ramah lingkungan. Pewarna ini langsung menyerap ke kulit sapi dan tidak meninggalkan residu atau sisa pewarna yang kita gunakan," ujarnya.
Baca Juga: Pedagang Kerajinan Boneka Akar Wangi Yang Harus Bersaing Dengan Gadget
Didirikan sejak tahun 2012, produk-produk Diby Leather ini digadang-gadang merupakan produk dengan inovasi pertama menggunakan water colour base satu-satunya di Indonesia. Pastinya produk yang di hasilkan indah dan menawan. Desainnya yang terbatas dengan satu motif pada satu produk yang membuat setiap koleksinya memiliki nilai tersendiri.
Untuk harganya pun sangat berinovasi dan yang pasti ramah dikantong bahkan bagi para mahasiswa. Untuk harga produk Diby Leather mulai dari kreasi dompet ataupun aksesoris dengan harga Rp 75 ribu hingga Rp 200 ribu. Untuk pouch sesuai ukuran mulai dari Rp 200 ribu hingga Rp 350 ribu.
Tak hanya itu, untuk tas kulit milik Diby Leather mulai dari Rp 350 ribu hingga Rp 2 juta tergantung pada kerumitan saat proses pembuatannya.
Kini produk Diby Leather tidak hanya dipasarkan di Indonesia saja melainkan hingga ke mancanegara salah satunya penjualannya hingga ke Asia seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, bahkan hingga Amerika Serikat.
Produknya juga mendapatkan penghargaan sebagai Finalis Terbaik dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia pada ajang Pekan Puncak Apresiasi Indonesia Tahun 2022. Dimana pada kesempatan tersebut Diby Leather mewakili Kota Yogyakarta.
"Kami menjalani bisnis ini tidak mudah, persaingan di industri kulit cukup ketat. Hingga saat ini tidak hanya pasar lokal saja penjualan kami, bahkan sampai ke global di Asia," ungkapnya.
Untuk omzet perbulan istri dari Dhani Kurniawan mengatakan memang ada penurunan 50 persen akibat Covid-19. Sebelumnya ia bisa mendapatkan penjualan hingga Rp 60 juta per bulannya. Namun hal ini tidak mematahkan semangatnya untuk terus berusaha agar produknya tetap bertahan dan menjadi produk lokal yang mendunia.
Baca Juga: Modal Nekad Menghasilkan Kerajinan Premium Yang Menembus Eropa
"Selain menjadi brand lokal. Kami memang memiliki produk yang ramah lingkungan. Saya berharap, dapat membantu sesama memberdayakan wanita sekitar dengan menyelenggarakan pelatihan bagi warga ataupun remaja di panti asuhan, untuk memberikan mereka skill atau keterampilan agar mereka bisa mandiri, berdikari membuka usaha sendiri dan bisa menjadi mitra kami dalam hal produksi,"jelasnya.
Artikel Terkait
UMKM Kriya Kayu Rik Rok Magelang Dapat Pendampingan dari Pemprov Jateng
Ramai-ramai Tanam Nangka Demi Gamelan & Nasib UMKM Gudeg Yogyakarta
Promedia Bangun Megaportal Bantu UMKM Naik Kelas
Ada Banyak Macam Keasyikan Di Gelar Bhineka dan Gelar Potensi UMKM Yang Patut Dicoba