Ekspor Masih Jadi Titik Lemah
Indonesia memang menghasilkan devisa melalui ekspor batu bara, kelapa sawit, dan nikel. Sayangnya, ketergantungan terhadap komoditas membuat penerimaan ekspor sangat dipengaruhi harga pasar global.
Ketika harga komoditas jatuh, pemasukan devisa bisa ikut tertekan. Di sisi lain, Indonesia tetap membutuhkan dollar untuk membayar impor barang modal, bahan baku, utang luar negeri, dan berbagai transaksi internasional.
Baca Juga: Bansos Kemensos Rp600 Ribu Agustus 2026 Cair Bertahap, Begini Cara Cek Namanya
Situasi tersebut menciptakan ketidakseimbangan ketika kebutuhan dollar lebih besar daripada pasokannya. Akibatnya, rupiah kembali berada di bawah tekanan.
Cadangan Devisa dan Investasi Jadi Sorotan
Didik juga menyoroti cadangan devisa Indonesia yang disebut mencapai sekitar 145,3 miliar dollar AS pada akhir Juli 2026. Ia membandingkannya dengan Singapura sekitar 426,2 miliar dollar AS dan Thailand sekitar 279,2 miliar dollar AS.
Menurutnya, ukuran ekonomi Indonesia membuat cadangan tersebut belum cukup kuat sebagai penyangga eksternal.
Investasi asing juga dinilai belum sepenuhnya menjadi solusi. Investor akan mempertimbangkan kepastian hukum, risiko korupsi, biaya bisnis, dan kualitas lingkungan usaha sebelum menanamkan modal.
Karena itu, persoalan rupiah tidak bisa dibebankan kepada BI sendirian. Jika Indonesia ingin rupiah lebih kuat hingga 2031, ekonomi perlu lebih berani mencari pemasukan dari luar negeri—bukan terus mengandalkan besarnya pasar domestik.***
Artikel Terkait
Lowongan Kerja GIK UGM Agustus 2026 Dibuka! Ada Posisi untuk Lulusan S1 hingga SMK
Gus Kikin Terpilih Jadi Ketum PBNU 2026-2031, Tegaskan NU Milik Bersama dan Tak Boleh Jadi Tunggangan Politik
Four Hands, Two Sonatas Langsung Tancap Gas! Rating Episode Perdana Bikin Penasaran
Gus Kikin Bakal Serahkan Kartu NU ke Prabowo, Janji yang Ditagih Sejak Muktamar Dibuka
Bansos Kemensos Rp600 Ribu Agustus 2026 Cair Bertahap, Begini Cara Cek Namanya
Apa Itu AHWA? Ini Alasan Forum 9 Kiai Sepuh Kini Berperan Menentukan Ketum PBNU 2026-2031
1.000+ Lowongan Kerja di KEK Batang Dibuka! 3.500 Orang Sudah Berebut Kursinya