Bahlil Buka Suara soal Peluang Harga BBM Nonsubsidi Turun Juli 2026, Singgung Kenaikan Harga Minyak Dunia

photo author
Achmad Zainur Roziqin, TitikTemu.co
- Selasa, 30 Juni 2026 | 11:11 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia buka suara mengenai harga BBM nonsubsidi untuk bulan Juli 2026. (Unsplash/aldrinrachmanpradana)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia buka suara mengenai harga BBM nonsubsidi untuk bulan Juli 2026. (Unsplash/aldrinrachmanpradana)

TITIKTEMU.CO - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memberikan tanggapan mengenai kemungkinan penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi pada Juli 2026. Pernyataan tersebut disampaikan menyusul tren harga minyak mentah dunia yang sempat mengalami pelemahan dalam beberapa waktu terakhir.

Selain itu, kondisi pasokan energi global juga menjadi perhatian setelah aktivitas pengiriman minyak melalui Selat Hormuz meningkat di tengah ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.

Bahlil: Harga BBM Nonsubsidi Mengikuti Harga Minyak Dunia

Bahlil menegaskan bahwa penetapan harga BBM nonsubsidi dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah faktor, terutama pergerakan harga minyak mentah internasional serta nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Baca Juga: Promedia Group dan Manava Collective Resmi Jalin Kerja Sama, Perkuat Program Pemberdayaan Masyarakat dan Pelatihan Vokasi

Saat ditanya mengenai peluang adanya penurunan harga BBM nonsubsidi pada Juli 2026, Bahlil belum memberikan kepastian dan meminta masyarakat menunggu keputusan resmi pemerintah.

"Kita lihat saja nanti," ujar Bahlil kepada awak media di Kompleks DPR RI, Senin (29/6/2026).

Pemerintah Klaim Pernah Menahan Kenaikan Harga

Dalam kesempatan tersebut, Bahlil juga mengingatkan bahwa pemerintah sebelumnya memilih tidak menaikkan harga BBM nonsubsidi meskipun harga minyak dunia sempat melonjak selama beberapa bulan.

Menurutnya, kebijakan itu menunjukkan adanya upaya pemerintah menjaga stabilitas harga di tengah kondisi pasar energi global yang bergejolak.

Baca Juga: Gol Jonathan Tah Dianulir VAR, Jerman Merasa Dirugikan usai Tersingkir dari Paraguay di Piala Dunia 2026

"Teman-teman juga harus fair dong. Saat harga minyak sedang naik selama lebih dari dua bulan, hampir tiga bulan, kan tidak kita naikkan," kata Bahlil.

Ia juga menilai pertanyaan mengenai penurunan harga BBM muncul terlalu cepat setelah harga minyak mengalami penurunan dalam waktu singkat.

"Masa baru naik dua atau tiga minggu sudah ditanya kenapa belum diturunkan. Waktu harga naik sebelumnya juga tidak ada yang bertanya kenapa tidak dinaikkan," ujarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Achmad Zainur Roziqin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X