TITIKTEMU.CO - Harga emas dunia kembali menjadi sorotan setelah melonjak tajam pada akhir pekan ini. Setelah bergerak liar sepanjang minggu, logam mulia tersebut akhirnya ditutup menguat.
Namun di balik kenaikan ini, muncul sinyal teknikal dan perubahan sikap investor yang bisa menjadi penentu arah harga emas pekan depan.
Bagi investor, kondisi ini memberikan dua sisi sekaligus, yaitu peluang keuntungan besar, tapi juga risiko koreksi yang tidak kalah tajam. Lalu, bagaimana prediksi harga emas pekan depan?
Baca Juga: IHSG Ambruk Lebih dari 2 Persen ke Level 7.935, Investor Dibayangi Sentimen Global dan Moody’s
Harga Emas Dunia Melonjak Tajam di Akhir Pekan
Pada perdagangan Jumat, 6 Februari 2026, harga emas dunia di pasar spot ditutup di level US$ 4.968,6 per troy ons, melonjak drastis 3,98% dibandingkan hari sebelumnya.
Kenaikan ini memperkuat posisi emas yang sepanjang pekan berhasil mencatatkan kenaikan 1,67% secara point-to-point. Namun, pergerakan harga emas selama sepekan terakhir sangat fluktuatif dan bahkan ekstrem.
Pada awal pekan, Senin (2/2/2026), harga emas sempat anjlok tajam hingga 4,65%. Sehari kemudian harga emas meroket 6,15%, menunjukkan kuatnya tarik-menarik antara sentimen bullish dan bearish di pasar global.
Pada Rabu (4/2/2026) kenaikan masih berlanjut meski terbatas, yaitu sebesar 0,38%. Tekanan kembali muncul pada Kamis (5/2/2026) saat harga emas jatuh 3,76%. Akhir pekan emas bangkit dengan lonjakan hampir 4%.
Pergerakan liar ini menegaskan bahwa harga emas dunia saat ini berada dalam fase volatilitas tinggi, yang biasanya terjadi ketika pasar sedang mencari arah baru.
Baca Juga: Bitcoin Anjlok ke USD 70.000, Sinyal Bear Market Baru? Begini Kata Analis
Investor Mengurangi Taruhan pada Emas
Meski harga emas dunia naik, data terbaru menunjukkan investor institusi mulai berhati-hati. Dialnsir dari Bloomberg, kontrak posisi beli (long position) emas turun signifikan.
Jumlah kontrak beli tercatat sebesar 93.438 untuk pekan yang berakhir 3 Februari 2026. Angka ini turun 23% dibandingkan pekan sebelumnya, sekaligus menjadi level terendah dalam 15 minggu terakhir.
Artikel Terkait
Investasi vs Nabung: Mana yang Lebih Aman di Tengah Ekonomi Tidak Stabil?
Panduan Investasi untuk Pemula di Usia 20-an: Mulai dari 50 Ribu, Begini Caranya
Modal Kecil Bisa Untung Besar, Ini 5 Cara Investasi Emas yang Perlu Dicoba
Bingung Mulai Investasi? Ini Perbandingan Saham, Obligasi, dan Reksa Dana untuk Pemula
Investasi untuk Gen Z Pemula: Mulai dari Mana Biar Nggak Boncos?
Jangan Salah Pilih! 7 Aplikasi Investasi Emas Legal Berizin OJK dan Bappebti