Selain itu, konsistensi rasa adalah segalanya. Sekali pelanggan merasa rasa berubah, mereka bisa langsung pergi. Takaran teh, gula, dan air harus benar-benar dijaga.
Lokasi juga menentukan hidup-matinya usaha. Tempat ramai seperti dekat sekolah, kampus, atau pasar memang terasa mahal, tapi jauh lebih menguntungkan dibanding lokasi murah yang sepi pembeli.
Baca Juga: Langsung Gas! Ide Bisnis Rumahan yang Bisa Jalan Sekarang Juga
Tips Agar Bisnis Es Teh Tidak Jalan di Tempat
Branding sederhana bisa memberi nilai tambah. Nama unik, logo menarik, dan kemasan Instagramable membuat usaha terlihat lebih profesional. Juga, lakukan promosi digital lewat media sosial.
Yang paling penting, hitung titik impas atau break-even point (BEP). Jika biaya operasional bulanan Rp1.000 juta, maka dengan harga Rp3.000 per gelas perlu menjual sekitar 15 gelas per hari agar tidak rugi.
Bisnis es teh memang terlihat sederhana, tapi hanya mereka yang serius menghitung dan konsisten menjaga kualitas yang bisa bertahan dan berkembang.
Perhitungan Modal Awal Usaha Es Teh
Untuk skala kecil atau usaha kaki lima, berikut estimasi modal awal yang dibutuhkan:
Meja sederhana (bawa dari rumah)
Peralatan pendukung (gunting, teko, gallon dispenser, gelas plastik, sedotan, sendok, wadah es): Rp200.000
Sealer Cup: Rp700.000
Bahan baku awal (teh, gula, es batu, air galon): Rp500.000
Banner dan promosi sederhana: Rp100.000
Total modal awal: sekitar Rp1.500.000
Artikel Terkait
Investasi Emas Online: Cara Modern Menabung Emas dengan Mudah dan Aman
Peluang Usaha Es Teh Jumbo, Segini Modal yang Dibutuhkan
Modal Kecil Bisa Untung Besar, Ini 5 Cara Investasi Emas yang Perlu Dicoba
Jangan Salah Pilih! 7 Aplikasi Investasi Emas Legal Berizin OJK dan Bappebti
Mana Lebih Untung, Investasi Emas atau Saham? Ini Plus Minusnya, Jangan Salah Pilih!