Denda pelunasan dipercepat di bank lama (sekitar 1–3 persen dari sisa pokok)
Biaya provisi dan administrasi di bank baru (±1 persen plafon kredit)
Biaya appraisal properti oleh penilai independen
Biaya notaris dan APHT
Premi asuransi jiwa dan kebakaran yang baru
Semua biaya ini harus dihitung sejak awal agar keputusan take over benar-benar menguntungkan.
Simulasi Penghematan Take Over KPR
Agar lebih mudah dipahami, berikut contoh sederhana simulasi take over KPR 2026:
Sisa pokok utang: Rp500 juta
Bunga floating bank lama: 13 persen
Bunga promo bank baru: 5 persen fixed 3 tahun
Sisa tenor: 15 tahun
Di bank lama, cicilan bulanan berkisar Rp6,3 juta.
Setelah take over ke bank baru, cicilan turun menjadi sekitar Rp3,9 juta per bulan.
Artinya, ada penghematan sekitar Rp2,4 juta setiap bulan. Dalam setahun, penghematan mencapai Rp29 juta. Jika total biaya take over Rp20 juta, maka titik impas (break even) tercapai dalam waktu kurang dari satu tahun.
Artikel Terkait
Panduan Lengkap Mengajukan KPR Subsidi 2026, Berapa Syarat Minimal Gaji?
KPR Syariah vs KPR Konvensional, Mana yang Lebih Menguntungkan?
Cara Menghitung Cicilan KPR Aman Sesuai Gaji, Biar Keuangan Nggak Boncos
Panduan Lengkap KPR Rumah Second, Simak Simulasi Cicilannya
Mengenal KPR Bunga Berjenjang, Solusi Cicilan Awal Ringan Rumah Idaman
Perbandingan Suku Bunga Kredit 2026, KPR, KTA, Kartu Kredit, Mana Paling Rendah?
Pemerintah Subsisdi DP Rp4 Juta, Begini Skema dan Syarat Mengajukan KPR Sejahtera FLPP 2026 untuk MBR