Inilah sebabnya dua nasabah dengan nominal pinjaman sama bisa mendapatkan bunga berbeda di bank yang sama. Riwayat kredit yang bersih dan stabil kerap menjadi penentu.
Baca Juga: Simulasi KPR Bunga Terendah 2026: Perbandingan Bank, dan Cara Hitung Cicilan
Jenis Perhitungan Bunga Bank
Kesalahan paling umum calon debitur adalah menyamakan semua bunga dengan cara hitung yang sama. Padahal, metode perhitungan bunga sangat menentukan total cicilan.
Bunga Flat
Jenis bunga ini banyak digunakan pada KTA dan kredit kendaraan. Perhitungan dilakukan dari pokok pinjaman awal hingga lunas.
Meski terlihat kecil, bunga flat sebenarnya menghasilkan beban bunga yang relatif tinggi jika dikonversi ke bunga efektif.
Bunga Efektif
Bunga dihitung dari sisa pokok pinjaman. Semakin kecil utang, semakin kecil bunga yang dibayar. Sistem ini lebih adil dan sering digunakan untuk kredit modal kerja atau investasi.
Bunga Anuitas
Merupakan bentuk modifikasi dari bunga efektif. Total cicilan dibuat tetap setiap bulan, tapi porsi bunga lebih besar di awal tenor. Sistem ini paling umum digunakan pada KPR bank konvensional.
Baca Juga: Simulasi Cicilan Honda New Vario 125 Januari 2026, Bisa Bawa Pulang dengan DP Rp3 Jutaan
Fixed Rate vs Floating Rate: Mana Lebih Aman?
Dalam kredit jangka panjang seperti KPR, pemilihan antara bunga tetap dan mengambang menjadi keputusan krusial.
Bunga Fixed Rate memberikan kepastian cicilan selama periode tertentu, biasanya 1–5 tahun. Cocok bagi nasabah dengan penghasilan tetap untuk menjaga stabilitas keuangan.
Artikel Terkait
Panduan Lengkap Mengajukan Kartu Kredit di 2026: Syarat, Alur, dan Strategi Anti Gagal
KPR Bunga Terendah 2026: Daftar Bank, Simulasi Cicilan, dan Tips Lolos Kredit
Sebelum Ajukan KPR, Ini Cara Cek BI Checking Terbaru agar Pengajuan Lancar
Ubah Kesulitan Menjadi Peluang, UMKM Bumbu Kemasan Ini Diberdayakan BRI dari Usaha Rumahan