TITIKTEMU.CO, Jakarta– BRI mencatatkan pencapaian penting dalam penguatan teknologi informasi dengan berhasil meraih sertifikasi Test Maturity Model Integration (TMMi) Level 3, sekaligus menjadi perusahaan pertama di Indonesia yang memperoleh pengakuan internasional tersebut.
TMMi merupakan standar global yang digunakan untuk menilai tingkat kematangan proses pengujian dalam suatu organisasi, mencakup aspek kerangka kerja, konsistensi, hingga efektivitas aktivitas quality assurance.
Baca Juga: Lengkap! Tabel Angsuran KUR BRI Januari 2026, Syarat, Dokumen, dan Cara Pengajuan
Direktur Teknologi Informasi BRI Saladin Dharma Nugraha Effendi mengungkapkan bahwa pencapaian ini menandai langkah strategis BRI dalam memperkuat fondasi kualitas pengujian sistem aplikasi dengan orientasi utama pada customer excellence, guna memastikan layanan terbaik bagi nasabah.
“Sebagai bagian dari inisiatif transformasi BRIvolution Reignite, BRI secara konsisten mengimplementasikan prinsip Reliability, Availability, Scalability and Security (RASS) sebagai standar operasional untuk menjaga stabilitas serta keamanan berbagai layanan digital,” ujarnya.
Baca Juga: Kriti by Lusy Tenun Modern, Jajaki Potensi Wastra Nusantara di Pasar Mancanegara Lewat Pameran BRI
Melalui pencapaian TMMi Level 3 untuk dua metodologi Software Development Life Cycle (SDLC), yaitu V-model dan Agile, BRI membuktikan bahwa proses pengujian sistem aplikasinya telah berjalan secara lebih terstruktur, terdefinisi, dan konsisten sesuai praktik terbaik industri.
Dirinya menambahkan, keberhasilan tersebut ini semakin diperkuat dengan suksesnya resertifikasi ISO 29119, standar internasional untuk proses pengujian sistem aplikasi.
Baca Juga: Dari Noriega hingga Maduro: Ini Deretan Kepala Negara yang Pernah Ditangkap Amerika Serikat
"Dengan kerangka kerja yang semakin matang, BRI dapat memastikan setiap sistem aplikasi diuji secara menyeluruh sehingga aman, efisien dan siap memberikan pengalaman terbaik bagi pengguna” katanya.
Saladin menambahkan, sertifikasi TMMi Level 3 juga mencerminkan peningkatan signifikan dalam tata kelola pengujian di BRI, sekaligus memberikan jaminan bahwa setiap sistem aplikasi diproduksi melalui proses yang lebih ketat dan terstandarisasi.
Baca Juga: Agak Laen: Menyala Pantiku! Menuju 11 Juta Penonton, Siap Cetak Sejarah Baru?
“Dengan kerangka kerja yang semakin matang, kami dapat menghasilkan sistem aplikasi yang lebih stabil dan berkualitas, sehingga mendukung tercapainya customer excellence secara berkelanjutan,” ujarnya.
Lebih lanjut, penerapan quality assurance melalui pendekatan v-model dan agile memberikan struktur yang kuat dalam proses pengujian, sehingga hasil akhirnya benar-benar memberikan nilai tambah bagi nasabah.