Pemerintah, lanjut Budi, terus mendorong merek lokal agar bisa menembus pasar internasional.
Upaya ini dilakukan lewat sinergi lintas kementerian, mulai dari Kemendag, BUMN, Pariwisata, UMKM, hingga Ekonomi Kreatif.
Beberapa brand lokal bahkan sudah hadir di Filipina dan Bangladesh.
Untuk memperluas penetrasi, pemerintah juga membuka akses bagi pelaku waralaba melalui kantor perwakilan dagang Indonesia di luar negeri.
Baca Juga: Gelombang Protes RI Jadi Headline Media Asing, Isu DPR dan Buruh Memanas
Transaksi Rp1,4 Triliun dari Business Matching
Selain mendorong ekspansi, pemerintah juga meluncurkan program business matching sejak Januari 2025.
Hasilnya, hingga semester pertama tahun ini, transaksi yang tercatat sudah mencapai US$90,04 juta atau sekitar Rp1,4 triliun.
Yang menarik, sekitar 70 persen UMKM yang terlibat dalam program ini sebelumnya belum pernah mengekspor produknya.
Artinya, waralaba bisa menjadi pintu masuk baru untuk UMKM Indonesia bersaing di pasar global.***
Artikel Terkait
6 Topik Kesehatan Mental yang Sedang Banyak Dibicarakan dan Relevan untuk Kita, Nomor 6 Relevan di Semua Kalangan
Gelombang Protes RI Jadi Headline Media Asing, Isu DPR dan Buruh Memanas
Polisi Periksa 7 Anggota Brimob Terkait Insiden Driver Ojol Tewas Dilindas Rantis, Kadiv Propam Polri Janji Usut Transparan
Begini Kronologi Lengkap Insiden Mobil Rantis Brimob Lindas Ojol hingga Tewas
Daftar Nominasi Korea Drama Awards 2025, IU, Park Bo Gum, dan Park Bo Young Bersaing Ketat
Drama China Dangerous Love 2025 di WeTv, Sinopsis dan Link Nonton
Sinopsis Drachin Twelve Letters, Jadwal Tayang, dan Link Streaming Sub Indo
Kemenag Buka Pendaftaran Lowongan Kerja Anggota Baznas 2025–2030, Buruan!
Suzuki e-Vitara Resmi Meluncur, Siap Hadir di Indonesia Tahun Depan, Intip Spesifikasinya
Tragedi Demo Jakarta, Musisi dan Sineas Ramai-ramai Unggah Foto Hitam