QRIS Antarnegara Resmi Bisa Dipakai di Jepang, Saatnya UMKM Indonesia Go Global

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Rabu, 20 Agustus 2025 | 23:17 WIB
QRIS Antarnegara Resmi Bisa Dipakai di Jepang, Saatnya UMKM Indonesia Go Global. (Pexels)
QRIS Antarnegara Resmi Bisa Dipakai di Jepang, Saatnya UMKM Indonesia Go Global. (Pexels)

Sebelum Jepang, Netzme adalah salah satu penyedia pertama atau first mover yang menghadirkan QRIS Antarnegara di Thailand, Malaysia, dan Singapurauntuk UMKM Indonesia.

Menurut CEO Netzme, Vicky G. Saputra, langkah ini merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk memberdayakan UMKM agar percaya diri bersaing di pasar internasional.

“Kami ingin UMKM Indonesia tidak hanya jago kandang, tetapi juga berani bersaing di luar negeri. Dengan QRIS, proses transaksi jadi lebih mudah, cepat, dan efisien,” kata Vicky.

Baca Juga: Menguak Kembali Misteri Bailout BCA: Benarkah Ide Mengambil Alih 51% Saham Itu Sesat?

UMKM Indonesia Berkesempatan ke Jepang

Untuk mendukung implementasi QRIS Antarnegara di Jepang, Netzme juga memberikan kesempatan kepada sejumlah merchant terpilih untuk bertransaksi langsung di Negeri Sakura.

Program ini merupakan bentuk apresiasi kepada para merchant yang konsisten menggunakan QRIS Soundbox Netzme sebagai alat pembayaran utama di bisnis mereka.

Merchant yang berangkat dipilih melalui kolaborasi beberapa mitra seperti Mitra10, Olsera, Atria, dan Jakpreneur. Mereka akan bertransaksi dengan QRIS Antarnegara di Jepang dengan aplikasi netzme pay.

Saat ini sudah ada puluhan merchant di Jepang yang bisa menerima pembayaran melalui jaringan JPQR Global. Artinya, transaksi lintas negara ini benar-benar sudah siap dijalankan.

Baca Juga: QRIS Go International, dari Kopi Susu di Jakarta sampai Sushi di Tokyo, Semua Bisa Scan!

Data Transaksi QRIS Antarnegara  

Sebelum masuk ke Jepang, QRIS Antarnegara sudah lebih dulu berjalan di tiga negara tetangga, yaitu Thailand, Malaysia, dan Singapura. Data Bank Indonesia hingga Juni 2025 menunjukkan hasil yang cukup membanggakan.

Thailand: Sejak diluncurkan pada Agustus 2022, sudah tercatat 994.890 transaksi dengan nilai Rp 437,54 miliar.

Malaysia: Sejak Mei 2023, volume transaksi mencapai 4,31 juta dengan nilai Rp 1,15 triliun.

Singapura: Hingga pertengahan 2025, ada 238.216 transaksi dengan nilai Rp 77,06 miliar.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X