Kisah Nuraini, Kartini Masa Kini Yang Jadi Mantri Perempuan BRI, Berdedikasi Tinggi Berdayakan Pengusaha Mikro

photo author
Ipiek Riyanto, TitikTemu.co
- Selasa, 22 April 2025 | 12:40 WIB
Nuraini, Kartini masa kini yang menjadi Mantri BRI. (Dok. BRI)
Nuraini, Kartini masa kini yang menjadi Mantri BRI. (Dok. BRI)

TITIKTEMU.CO, LOMBOK – Peringatan Hari Kartini yang jatuh setiap 21 April adalah momen yang menandai perjuangan perempuan dalam mencapai kesetaraan. 

Adalah Nuraini, yang berhasil mewujudkan salah satu cita-cita Kartini dalam mendapatkan hak pekerjaan yang layak, berkarier sekaligus yang bisa memberikan dampak nyata, baik bagi dirinya sendiri, keluarga hingga orang-orang di sekitarnya.

Baca Juga: Umat Katolik Berduka, Paus Fransiskus Meninggal Dunia: Hidupnya Dibaktikan Bagi Tuhan dan Gereja

Perempuan berusia 38 tahun ini sudah menjadi Mantri BRI selama 12 tahun lamanya. 

Berawal dari menjadi customer service, Eni panggilan akrabnya, kemudian memantapkan hati dengan menjadi Mantri BRI sejak tahun 2013. 

“Sebelumnya saya sempat kerja sebagai customer service selama 2 tahun, tetapi saya kurang puas dan tertantang. Sebaliknya, saya suka tantangan dan ketemu orang-orang baru. Dari situ saya kemudian tertarik untuk pindah ke bagian marketing untuk segmen Mikro yang disebut Mantri BRI. Mobilitasnya tinggi, jadi saya tak gampang jenuh dan lebih seru menjalaninya, daripada kerja di kantor saja,” jelas Eni mengawali ceritanya.

Baca Juga: Kenangan Dalam Perjalanan Musik: Desta Mahendra Mengenang Ricky Siahaan

Mantri BRI sendiri merupakan tenaga pemasar BRI yang melayani masyarakat khususnya di sektor mikro, dengan fokus pada penyaluran kredit, pemasaran produk BRI dan pemberdayaan nasabah. 

Menariknya, seiring dengan perkembangan digital, Mantri BRI juga berperan dalam mendorong literasi digital dan penggunaan produk keuangan digital, seperti AgenBRILink dan transaksi melalui QRIS. 

Demikian juga yang dilakukan oleh Eny yang selalu mengunjungi nasabah, melakukan pick up service, mengedukasi QRIS hingga melakukan pendampingan klaster UMKM binaan industri gerabah atau Creating Carving di unit kerjanya, di Kec. Kediri, Kab. Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.

Baca Juga: Paus Fransiskus Meninggal Dunia, Menag Ungkapkan Rasa Duka Mendalam: Jasa dan Persahabatan Beliau Tidak Bisa Kita Lupakan!

Creative Carving sendiri merupakan perkumpulan nasabah-nasabah BRI yang berprofesi sebagai perajin gerabah. Setelah diproduksi, gerabah-gerabah tersebut biasanya dipasarkan di Bali. 

“Khusus di Desa Banyumulek, Kediri, Lombok Barat, hampir 90% mata pencaharian utama masyarakatnya adalah perajin gerabah. Kami sebagai Mantri BRI membantu permodalan, seperti memfasilitasi pinjaman KUR BRI dan memberikan pendampingan,” imbuhnya.

Tak sampai di situ, Eny juga menjelaskan suka dukanya sebagai Mantri BRI. Sukanya, dengan pekerjaan yang Ia jalani, Eny selalu dianggap seperti keluarga sendiri oleh nasabah. 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ipiek Riyanto

Tags

Rekomendasi

Terkini

X