Tercatat, hingga Desember 2024, BRI telah menyalurkan kepada kegiatan usaha berkelanjutan yaitu Green Loan sebesar Rp86,6 triliun. Sementara itu, penyaluran Social Loan mencapai Rp698,7 triliun, yang difokuskan untuk mendukung pertumbuhan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional.
Kemudian, dari sisi liabilitas, BRI telah menjalankan sustainable funding activities melalui penerbitan Green Bond dengan total nilai Rp13,5 triliun, yang terdiri dari beberapa tahap sejak 2022. Adapun, penerbitan Green Bond tahap 1 senilai Rp5 triliun pada 21 Juli 2022.
Dirinya menyebut obligasi hijau BRI selalu mengalami oversubscribe, mencerminkan tingginya minat pasar terhadap instrumen keuangan berkelanjutan.
Baca Juga: Mat Solar Meninggal Dunia, Dimakamkan Di Ciputat
Setelah sukses di tahap pertama, BRI kembali melanjutkan penerbitan green bond tahap 2 senilai Rp6 triliun pada Oktober 2023 dan green bond tahap 3 senilai Rp2,5 triliun pada 20 Maret 2024.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik menekankan bahwa penerapan ESG bukan sekadar kewajiban, tetapi telah menjadi bagian integral dari strategi bisnis yang dapat meningkatkan value perusahaan di mata investor dan pemangku kepentingan.
“Di pasar modal Indonesia saat ini, investasi berkelanjutan menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, tercermin dari peningkatan nilai aset kelolaan dari produk investasi pasif yang bertema ESG,” pungkasnya.***
Artikel Terkait
Salurkan Rp793,6 Triliun untuk Sektor Berkelanjutan, Portofolio BRI Selaras dengan Standar ESG
Mewujudkan Keuangan Berkelanjutan, BRI Perkuat Implementasi ESG
BRI Menjadi Salah Satu BUMN dengan Praktik ESG Terbaik Berkat Konsisten Dalam Pemberdayaan UMKM
Mantab! Skor ESG Meningkat, Perkuat Posisi BRI Sebagai Pemimpin Keberlanjutan di Sektor Perbankan
Beragam Aktivitas Seru Hadir di Gelaran Kapan Lagi Buka Bareng BRI Festival 2025
Cetak Rekor, BRI Jadi Brand Teratas di Indonesia dan Peringkat 323 Dunia Daftar Brand Finance Global 500 2025
QLola by BRI Cetak Volume Transaksi Rp8.400 Triliun Permudah Keuangan Korporasi