Pertumbuhan penyaluran kredit tersebut juga diikuti dengan perbaikan kualitas kredit. Hal ini ditunjukkan dengan membaiknya rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) dari semula 2,95% pada akhir Desember 2023 membaik menjadi 2,78% pada akhir Desember 2024.
Di samping itu, BRI juga mempersiapkan pencadangan yang mencukupi dengan NPL Coverage sebesar 215,01%.
Dari sisi simpanan atau Dana Pihak Ketiga (DPK), BRI berhasil menghimpun simpanan sebesar Rp1.365,45 triliun. Dana murah (CASA) mendominasi penghimpunan simpanan BRI dengan proporsi mencapai 67,30% atau setara dengan Rp918,98 triliun.
Baca Juga: Lion Air Akan Melayani Jemaah Haji Padang Dan Banjarmasin
Capaian kinerja positif BRI tersebut juga didukung kondisi likuiditas yang memadai dan permodalan yang kuat. Dimana rasio Loan Deposit Ratio (LDR) BRI berada di level 88,85% dengan rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 26,63%.
Hendy mengungkapkan bahwa capaian tersebut menjadi bukti nyata bahwa dengan tata kelola dan fundamental bisnis yang kuat, BRI mampu mencatatkan kinerja yang stabil ditengah dinamika tantangan ekonomi global.
“Kinerja positif BRI tersebut juga mampu menjadi salah satu penentu terjaganya stabilitas industri perbankan yang berdampak positif bagi perekonomian nasional”, ungkapnya.***
Artikel Terkait
Pemerintah Apresiasi Keberpihakan BRI dalam Mendorong UMKM Naik Kelas dan Go Global
Berpihak Kepada UMKM dan Ekonomi Kerakyatan, BRI Berhasil Jaga Stabilitas Kinerja
Ethnic Gendhis, Hadirkan Batik Modern untuk Generasi Muda. Pelaku UMKM Ini Sukses Berkat Binaan BRI
Ternyata Ini Strategi BRI Jaga Pertumbuhan Bisnis Di Tengah Dinamika Ekonomi Global
Handicraft Lokal Asal Kebumen Ini Sukses Gaungkan Produk Alam Indonesia di Dunia Berkat Pemberdayaan BRI
Luar Biasa, Holding Ultra Mikro BRI Berhasil Salurkan Kredit Rp626,6 Triliun
Tabel Cicilan KUR BRI 2025 Plafon Rp150 juta: Cek Syarat Pengajuan, Jenis Pinjaman Hingga Simulasi