TITIKTEMU.CO, DENPASAR - Banjar Belong dikenal sebagai salah satu daerah yang menyimpan potensi besar dalam hal kerajinan paras taro. Deru mesin grinder dan alat-alat saling bertumbuk sudah tak asing lagi di telinga masyarakat Banjar Belong, Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar Bali.
Ya, mayoritas penduduk di desa tersebut berprofesi sebagai perajin batu paras taro. Para perajin tersebut bergabung dalam sebuah kelompok usaha yang dikenal dengan nama Klaster Usaha Paras Taro.
Baca Juga: Mau Liburan Akhir Tahun di Solo, Ini Jadwal Pentas Wayang Orang Sriwedari Desember 2023, Lengkap!!
Di klaster usaha inilah, I Wayan Parnata bertahun-tahun aktif sebagai ketua yang membantu berbagai kebutuhan, demi kemajuan usaha yang banyak dijalankan warga setempat.
Dukungan pun hadir dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI yang membantu kemajuan usaha para anggota dalam memperluas bisnisnya. Dukungan dari BRI sendiri berupa akses layanan keuangan, serta pembinaan, hingga bantuan sarana dan prasarana yang menunjang kegiatan para perajin di klaster usaha.
Baca Juga: Ramalan Zodiak 3 Desember 2023, Capricorn, Aquarius, Pisces, Jangan Pernah Curhat ke Media Sosial!
Di atas lahan milik pribadi, keseharian Wayan bergelut dengan mesin grinder dan berbagai peralatan untuk menyelesaikan pesanan pelinggih atau produk kerajinan lainnya dari pelanggan. “Awal mulanya kami membuat kerajinan pelinggih di Bali itu sekitar tahun 2000-an. Lalu kerajinan ini mulai menjamur di tahun 2010,” ceritanya.
Wayan bercerita saat awal menjalankan usaha, kesulitan yang dihadapi adalah dalam pemilihan material.
“Kami mengalami kesulitan karena harus mencocokkan material yang bisa dipakai. Jadi sering mencoba-coba kalau bahannya ini hasilnya seperti apa. Lalu sekitar tahun 2010 sudah ketemu material yang cocok yaitu tanah liat hitam yang kualitasnya ternyata lebih baik. Akhirnya kita pakai bahan itu sampai sekarang,” jelas Wayan.
Klaster Usaha Paras Taro menghasilkan berbagai produk kerajinan yang kebanyakan berhubungan dengan tempat peribadatan masyarakat Hindu. Beberapa produk mereka seperti candi, angkul-angkul, tembok, hingga pelinggih.
Artikel Terkait
Buruan Dapatkan Beasiswa S2 untuk Jurnalis Lewat BRI Fellowship Journalism. Pendaftaran Segera Ditutup. Catat Batas Waktunya
BRI Luncurkan Inovasi Digital BRIFrens Kustodian Berbasis Web
Keren Ada Kompetisi BRI Write Fest 2023 Yang Tawarkan Hadiah Ratusan Juta! Ini Syarat dan Ketentuannya
BRI Optimis Menutup Tahun 2023 Dengan Kinerja Cemerlang
BRI Raih 2 Penghargaan di CSA Awards 2023, Apresiasi Analis Pasar Modal Karena Kinerjanya Yang Impresif
BRI Boyong 3 Penghargaan TOP BUMN Award dan Dinobatkan Sebagai BUMN Terbaik
Wuiih Ada 136 UMKM Mitra Binaan BRI Meriahkan Bazaar UMKM