TITIKTEMU.CO SEMARANG – Setelah sempat absen dua tahun akibat pandemi Covid-19, Kirab Merah Putih sebagai bagian rangkaian acara memperingati Haul Habib Thoha bin Muhammad bin Yahya kembali digelar belum lama ini.
Acara tersebut dimulai dari Makam Habib Thoha di Depok, Kembangsari, Semarang hingga Balai Kota Semarang. Tampak peserta mengusung bendera merah putih yang besar dan begitu panjang. Di balai kota, para peserta kemudian mengikuti apel kebangsaan.
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengungkapkan, Kota Semarang beruntung, karena dalam perjalanan sejarah ditinggali oleh tokoh-tokoh ulama yang luar biasa. Seperti, Mbah Depok atau Habib Thoha, yang dijadikan salah satu tetenger Kota Semarang.
Baca Juga: Eintracht Frankfurt Juara Liga Europa Setelah 42 Tahun
“Jadi sudah kita mulai dengan pembebasan lahan untuk tempat kuliner, UMKM, dan tempat parkir, sehingga diharapkan masyarakat yang ziarah ke tempat Habib Thoha bisa menjadi lebih nyaman. Kemudian lebih khusyuk, dan menjadi salah satu tempat destinasi wisata religi di Kota Semarang,” ujar Hendi, sapaan akrabnya saat memimpin apel kirab kebangsaan di halaman balaikota setempat.
Hendi menyampaikan, target besar Pemkot Semarang saat ini adalah untuk mengangkat pariwisata Kota Semarang. Untuk itu, pihaknya berupaya merespon keluhan masyarakat mengenai kerusakan jalan di lokasi wisata, dengan mengadakan re-evaluasi.
“Pasti perlu kita re-evaluasi, bagaimana pengaturan-pengaturan lalu lintas dengan baik. Saat orang menuju lokasi wisata harus nyaman. Kalau ada jalan rusak harus segera diperbaiki, kalau ada sampah harus segera dibersihkan. Kalau ada hal-hal yang membuat wisatawan tidak nyaman harus segera dilakukan evaluasi, dicarikan solusinya,” kata Hendi.
Baca Juga: Upacara Harkitnas di Demak Dilaksanakan Secara Luring
Pada kesempatan itu, Hendi meminta kepada masyarakat untuk dapat mengambil pelajaran penting dari peringatan Haul Habib Thoha bin Muhammad bin Yahya ini sebagai penguat persatuan.
“Haul ini mempertegas kepada kita semuanya, terutama masyarakat Semarang dan Indonesia, bahwa zaman dulu pun, tokoh agama juga memerangi penjajah serta menginginkan Indonesia yang maju dan bersatu. Saya rasa, hari ini tidak perlu kita mendiskusikan perbedaan-perbedaan, tapi kita mengakui rahmat perbedaan sebagai kekuatan bangsa,” lanjut Hendi.
Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sakti Wahyu Trenggono yang menghadiri acara haul, menyatakan Kirab Merah Putih adalah kegiatan yang mencerminkan cinta tanah air.
Baca Juga: Kalahkan 15 Negara di Dunia , Mahasiswa UIN Walisongo Meraih Medali Emas Dalam Kompetisi di Turki
“Ini adalah suatu simbol, di mana kita menghargai para pendahulu yang berkontribusi besar terhadap bangsa ini, serta juga atas ajaran-ajaran beliau dari sisi spriritual supaya negara ini bisa menjadi lebih besar lagi,” ungkap Sakti.
Kirab Merah Putih diawali dengan Apel Merah Putih yang tahun ini dihadiri juga oleh para tokoh dari berbagai agama, seperti bhante, romo, para kiai, ormas, hingga siswa-siswi pesantren di Kota Semarang.***
Artikel Terkait
Rumah Tahfidz Diminta Terus Bersinergi dengan Pemkot Semarang
7 Wisata Semarang Instagramable, dari Tempo Doeloe Hingga Kekinian
Bangkit Paska Pandemi, Pemkot Semarang Dukung Paguyuban PKL
Ingin Hajat Terkabul? Baca Dzikir Ini 450 Kali, Kata Habib Novel al-Aydrus
Habib Luthfi dan Gus Miftah Beri Orasi Ilmiah dalam Dies Natalis ke-57 UNNES