Sebelumnya lima ekor hewan peliharaan Raja Kraton Surakarta Sinuhun Paku Buwono XIII itu dikarantina di Magangan untuk proses penyembuhan dari virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Baca Juga: Kampanyekan Udara Bersih, 12 Pesepeda Tempuh Jarak 4224 Km dari Aceh ke Bali
Kelima ekor kebo bule yang diisolasi tersebut merupakan yang pertama kali terpapar PMK. Mereka sudah melalui fase kritis, sehingga harus dipindahkan ke lokasi yang jauh dari keramaian.
Selama di Magangan, kondisi kebo bule terus dipantau oleh tim dokter dari Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (DPKPP) Solo.
Namun sampai saat kirab berlangsung, hanya empat ekor kebo bule yang mendapatkan rekomendasi mengikuti kirab.
Baca Juga: Dies Natalis Unpad: Gelar Manglayang Trail Running 2022. Ini Link Pendaftarannya. Bergegas yuuk!
Kebo bule itu menjadi cucuk lampah (pimpinan) dalam kirab pusaka Kyai Slamet. Karena setiap pusaka itu dikirab maka pasangannya adalah Mahesa tersebut.***