Dia juga memberi apresiasi kepada warga Pucang Tama Perumnas Pucang Gading yang telah bergotong royong membuat gapura yang indah dengan dana swadaya warga. “Partisipasi warga itu bentuk pengamalan Pancasila, dimana warga mau bergotong royong membangun wilayahnya,” tegasnya.
Baca Juga: Positif Covid & Jalani Isolasi di New York, Ini yang Dilakukan Menkeu Sri Mulyani
Dia juga menyayangkan, karena Lurah Batursari tak mau menerima usulan dana BKK bantuan Gubernur Jateng sebesar Rp 200 juta untuk pembuatan lapangan voli di Perumnas Pucang Gading, karena ketakutan membuat LPJ-nya.
“Selama ini PDIP memang banyak membantu sarana dan prasarana di Perumnas Pucang Gading, karena Alokasi Dana Desa lebih banyak diberikan untuk membangun di Desa Batursari saja,” tambahnya.
Badarodin juga menilai rencana anggaran Rp 500 juta untuk membenahi Lapangan Kotak Desa Batursari itu terlalu besar. Untuk membenahi Lapangan Kotak, menurutnya ada tiga pihak yang mesti bekerja sama yaitu pihak RW di mana lapangan itu berada, pihak desa dan pihak ormas yang mengelola parkir di sana.
Baca Juga: Prediksi Wolves Vs Manchester City: Perburuan Gelar Juara Liga Premier Sampai Akhir Kompetisi
Saat ditemui titiktemu.co di rumahnya yang megah, tampak sejumlah tim pendukungnya berada di rumahnya. Ruang tamunya begitu luas, sehingga bisa menerima banyak tamu. Menurut Badarodin, PDIP Demak sudah menentukan siapa saja yang akan dicalonkan dalam Pemilu Legislatif 2024 mendatang.
“Saya sudah siap fight di Pemilu 2024,” tegasnya. Menurut data yang diperoleh titiktemu.co, di Daerah Pemilihan IV (Mranggen dan Karangawen), saat ini ada 11 legislator. Di antaranya Ulin Nuha dan Parsidi dari PKB, Marwan dan Jayadi dari Partai Gerindra.
Sedang PDIP yang menjadi pemenang pemilu, meraih empat kursi. Yaitu Fahrudin Bisri Slamet (yang juga menjadi peraih suara terbanyak di Demak), Busro, Hanna Maharani dan Badarodin. Ada juga Robert Frendy Kurniawan dari Partai Golkar, Gunawan dari Partai NasDem dan Abu Said dari PPP.
Dia menyayangkan, karena selama ini anggota DPRD Demak dari NasDem, jarang mengikuti rapat-rapat di dewan. Dan LSM yang diundang dalam rapat di DPRD Demak hanya sedikit yang datang untuk memberikan saran dan masukan kepada anggota dewan mengenai rencana perda yang akan dibuat. “Namun setelah kebijakan itu disahkan, baru ada LSM yang memberi masukan. Padahal seharusnya LSM itu memberi masukan sebelum perda itu disahkan,” tegasnya.
Mari kita ikuti kiprah Badarodin selanjutnya dalam mewakili aspirasi rakyat, khususnya di Mranggen dan Karangawen. Yang pasti pengurus Komite Sekolah SMK Garuda Kencana ini siap menerima masukan dari warga demi kemajuan Demak. Dia juga gampang dihubungi via ponselnya. Dan berbincang dengan politisi yang satu ini juga mengasyikkan.***