Pada tahun 2013, Hendi akhirnya dilantik sebagai Wali Kota Semarang menggantikan Soemarmo HS yang dinonaktifkan karena terlibat kasus korupsi.
Setelah menjadi wali kota, Hendi dengan cepat berbenah dengan merombak pemerintahan Kota Semarang. Ia wujudkan dengan konsep pembangunan "Bergerak Bersama". Pada 8 Maret 2016, menjelang genap sebulan Hendi memimpin Kota Semarang, ia mengumpulkan seluruh kepala organisasi perangkat daerah di Pemkot Semarang.
Hendi memaparkan sejumlah mimpinya untuk Kota Semarang. Menurutnya, butuh lompatan untuk membangun ibu kota Jateng ini. Bidang kesehatan dan pendidikan jadi prioritas, dengan pembangunan infrastruktur jadi pendorongnya.
Baca Juga: Liverpool 4-0 Manchester United, The Reds Kembali ke Puncak Klasemen Liga Inggris
Selama ini, Hendi tak merespon hasil survei Charta Politika, yang menempatkan namanya sebagai cagub Jateng dengan elektabilitas tinggi. Meski banyak tokoh dan warga, yang berharap ia bisa menjadi orang nomer satu di Jawa Tengah.
Dalam simulasi pemilihan calon Gubernur Jawa Tengah, nama Hendi masih menduduki peringkat tiga dengan elektabilitas 6 persen, di bawah Taj Yasin (11,3 persen) dan Gibran (28,5 persen).
Hendi seorang yang tunduk pada keputusan Megawati, sebagai penentu cagub Jateng mendatang. Kini ia lebih fokus membangun Semarang, yang kini terlihat sangat pesat kemajuannya. Ia juga rajin berdialog dengan warga melalui media sosial.
Baca Juga: MUDIK: Ini Dia Info Sistem One Way, Ganjil Genap, Hingga Tarif Tol Jakarta-Semarang
Kita lihat di 2024 nanti, apakah Hendi benar-benar bisa maju sebagai cagub Jateng atau tidak. Dari kubu PDIP, agaknya ada dua calon yang bisa diajukan, antara Gibran atau Hendi. Dan itu tentu tergantung di tangan Megawati. ***
Ikuti beragam berita terbaru, olahraga, lowongan pekerjaan dan informasi bermanfaat lainnya di TitikTemu.co