Ia dianggap sebagai representasi kalangan religius terutama NU. Selain itu, ia merupakan salah satu ketua GP Ansor Jawa Tengah. Tak heran jika dalam pilgub Jateng 2018 lalu, ia diminta mendampingi Ganjar, sebagai cagub, untuk menarik suara pemilih muslim.
Strategi itu ternyata berhasil, karena pasangan perpaduan dari seorang nasionalis dan agamis itu, mampu memperoleh suara terbanyak dalam pilgub Jateng.
Selain menempuh pendidikan di Rembang, Taj Yasin juga pernah berkecimpung di Pelajar Islam Indonesia di Damaskus. Sosoknya ramah dan pembawaannya kalem.
Pengajuan dirinya untuk mendampingi Ganjar dalam pilgub Jateng 2018, murni atas pembicaraan DPP PPP dan ayahnya KH Maimoen Zubair.
Menanggapi hasil survey Charta Politika, yang menempatkannya sebagai tokoh dengan elektabilitas tinggi di Pilgub Jateng, Taj Yasin kepada media menyatakan untuk elektabilitas itu tergantung masyarakat sekarang.
Mengenai pencalonan sebagai calon Gubernur Jawa Tengah, pria yang akrab disapa Gus Yasin ini justru memberikan usulan baru. Ia berharap usulan calon gubernur justru diajukan oleh masyarakat langsung.
Dan ketika ditanya kesiapannya untuk maju sebagai calon gubernur, Taj Yasin tak menjawabnya dengan tegas dan menyerahkan pada kemauan masyarakat saja.
Dalam simulasi pemilihan calon Gubernur Jawa Tengah, nama Taj Yasin terpaut cukup jauh dari Gibran. Yang menduduki peringkat pertama dengan 28,5%, sedang Taj Yasin di peringkat kedua dengan 11,3%.
Kita lihat di pilgub 2024 nanti, apakah Gus Yasin bisa maju sebagai calon Gubernur Jateng, atau tetap menjadi calon Wagub.
Hendrar Prihadi
Hendrar Prihadi yang akrab dipanggil Mas Hendi ini menjabat Wali Kota Semarang sejak 17 Februari 2016. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Wakil Wali Kota Semarang periode 2010-2013 dan Wali Kota Semarang periode 2013-2015.
Hendi mengawali karir politiknya sebagai anggota DPRD Provinsi Jateng periode 2009-2014 untuk daerah pemilihan Jawa Tengah 2. Mantan Ketua KNPI Jawa Tengah ini, sudah masuk partai politik sejak tahun 2005.
Hendi hanya menjadi anggota dewan selama tiga bulan, karena lantas digandeng Soemarmo HS sebagai calon Wakil Wali kota Semarang dalam pilwalkot tahun 2010. Anak tentara ini, kemudian terpilih sebagai wakil wali kota.