daerah

RAMADHAN : Bubur India, Satu Abad Jadi Takjil Khas Buka Puasa di Masjid Pekojan Semarang

Jumat, 8 April 2022 | 20:24 WIB
Bubur India, 100 Tahun Jadi Takjil Khas Buka Puasa di Masjid Pekojan Semarang (jatengprov.go.id)

TITIKTEMU.CO, SEMARANG –Bagi warga Kota Semarang, tentu tidak asing dengan bubur India, menu buka puasa yang hanya ada di Masjid Jami Pekojan saat Ramadhan.

Bubur  India akan disajikan menjelang waktu azan Salat Magrib tiba. Hidangan tersebut dibagikan secara gratis kepada warga sebagai hidangan berbuka puasa.

Menurut pengurus Masjid Jami Pekojan, Ahmad Ali selama bulan Ramadan pengurus masjid mengadakan buka puasa bersama. Bukber itu dilakukan setelah diawali kegiatan  pengajian terlebih dahulu.

Baca Juga: RAMADHAN : Empat Hikmah di Balik Makan Sahur, Banyak Manfaatnya Lho…

"Selama bulan suci Ramadan kami mengadakan takjil buka bersama selama 30 hari. Bubur India ini mungkin sudah 100 tahun lebih ya, saya saja sudah generasi keempat," ujar Ali, yang juga salah satu juru masak bubur India di Masjid Jami Pekojan.

Berbeda dengan bubur pada umumnya, bubur India memiliki cita rasa khas rempah yang kaya. Untuk membuat satu kuali besar bubur India, membutuhkan waktu sekitar empat jam.

Setiap kali membuat bubur, pengurus masjid menghabiskan sekitar 22 kilogram beras per hari. Takaran beras sejumlah itu bisa menghasilkan 300 porsi bubur. Dengan dipadu santan kental hingga rempah seperti serai, kayu manis, jahe, daun salam, wortel, onclang, dan bawang merah.

Baca Juga: RAMADHAN : Hukum Menggosok Gigi dengan Pasta bagi Orang Berpuasa, Batal atau Nggak?

Memasak bubur India Masjid Pekojan Semarang, butuh waktu empat jam (jatengprov.go.id)

Rasa rempah yang terasa dengan proses pembuatan yang tradisional menggunakan kuali tembaga dan kayu bakar membuat bubur India banyak digemari.

Bubur India ini dibagikan secara gratis kepada orang yang beribadah di Masjid Pekojan, musafir serta dibagikan warga sekitar masjid.

Menurut generasi keempat pembuat bubur India di Masjid Pekojan ini, proses masak dimulai sejak pukul 11.00 WIB, hingga waktu Salat Asar tiba, karena selepas ashar Asar, pengurus masjid harus membagikan bubur ke mangkuk.

Baca Juga: RAMADHAN : Sedang Berpuasa, Atasi Gangguan Kenaikan Asam Lambung, Simak Penjelasan untuk Mengatasinya

“Yang kita sajikan 150 porsi, dan yang dibawa pulang bisa lebih dari itu (150 porsi). Karena masyarakat di sini banyak yang membawa pulang bubur,” kata Ali, seperti dikutip TITIKTEMU.CO dari laman jatengprov.go.id, Jumat, (8/4/2022).

Halaman:

Tags

Terkini