TITIKTEMU.CO BIAK - Karantina Pertanian Biak melakukan pengawasan pada pesawat udara asing bernama Volga-Dnepr Airlines dari Shenzhen (China) menuju Vanuatu (Oseania).
Pesawat asing ini singgah di bandara Frans Kaisiepo untuk pengisian bahan bakar.
“Selama pengawasan, kami melakukan pemeriksaan sampah dan limbah makanan serta minuman yang diturunkan oleh awak kabin. Kami bekerjasama dengan instansi terkait seperti Bea Cukai dan Imigrasi Kabupaten Biak Numfor untuk memeriksa kondisi dalam pesawat,” ujar Galih, Pejabat Karantina yang bertugas.
“Sampah dan limbah ini kami bawa ke Kantor Pelayanan Karantina Pertanian Biak untuk dilakukan tindakan karantina perlakuan penyemprotan desinfektan serta pemusnahan. Karena dengan hal tersebut, penyebaran HPHK maupun OPTK dapat dicegah,” lanjutnya.
Baca Juga: 74 Ribu Calon PPPK Kemenag lolos Administrasi Wajib ikuti Seleksi Kompetensi. Ini Ketentuannya
Hal ini searah dengan himbauan Kepala Karantina Pertanian Biak, Willy Indra Yunan yang mengungkapkan bahwa Dalam pengawasan terhadap pesawat asing ini harus tetap sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Kami sebagai garda terdepan dalam mencegah masuk, keluar, dan tersebarnya HPHK dan OPTK akan dengan sigap melakukan tindakan karantina sesuai dengan UU Nomor 21 Tahun 2019,” ucapnya.
Walaupun pesawat asing masuk, petugas wajib menjalankan tugas dan tanggung jawab terhadap tindakan karantina sesuai UU Nomor 21 Tahun 2019.
Baca Juga: Menjelang Ramadhan, Inilah Amalan yang Dapat Dikerjakan. Salah satunya Mengingatkan akan Kematian
Karena dengan hal tersebut potensi penyebaran HPHK dan OPTK dari pesawat asing dapat dicegah dan kesehatan serta keamanan masyarakat Biak Numfor dapat terjaga.
Karantina Pertanian Gagalkan Pemasukan Burung Ilegal dari Malaysia
Sementara itu di lokasi lain, petugas Karantina Pertanian Surabaya berhasil menggagalkan upaya pemasukan burung Tuwu dari Malaysia melalui Bandar Udara International Juanda Surabaya.