Sempat beredar kabar bahwa tindakan nekat korban dipicu oleh perundungan atau tekanan sosial di lingkungan kampus. Namun, AKP Tugiyo dengan tegas membantah hal tersebut.
“Bullying tidak ada. Kami sudah mencari informasi dari teman-teman dekat dan saksi di kampus, tidak ada yang menyebutkan adanya perundungan terhadap korban,” tegasnya.
Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan koordinasi dengan keluarga korban dan tenaga medis untuk mendalami kondisi psikologis korban sebelum kejadian.
Hingga Jumat sore, pihak keluarga telah dihubungi dan diminta datang ke rumah sakit untuk proses identifikasi serta penanganan jenazah.
Pihak kampus juga diharapkan memberikan pendampingan dan dukungan kepada keluarga korban serta mahasiswa lainnya yang terdampak secara emosional akibat kejadian ini.***