Projosuwasono menegaskan bahwa Lampah Budaya Mubeng Beteng bukan merupakan hajat resmi Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, melainkan kegiatan budaya spiritual yang diselenggarakan oleh para abdi dalem.
Baca Juga: Dari Pacitan, UMKM Sambal Rumahan Ini Tumbuh Lewat Pemberdayaan BRI Hingga Tembus Pasar Global
Pelaksanaan proses ini merupakan upaya pelestarian adat istiadat dan tradisi masyarakat DIY yang kaya nilai spiritual yang memiliki nilai penting untuk refleksi dan kontemplasi kehidupan, mengingatkan untuk selalu bersyukur dan menjadi bahan evaluasi perbaikan di tahun berikutnya.***