> "Kami sebenarnya sudah memulai proses mediasi, tapi sempat mengalami jalan buntu. Saya berharap dengan kehadiran Kang Dedi, semua pihak bisa duduk bersama dan menemukan titik tengah,” ujar Aswin, seperti dikutip dari tayangan YouTube Dedi Mulyadi, 29 April 2025.
Baca Juga: Frans Manansang dan Taman Safari: Di Balik Nama Besar, Muncul Dugaan Kekerasan di Dunia Sirkus
Media Sosial dan Penurunan Jumlah Pengunjung TSI
Viralnya isu ini di media sosial memberi dampak langsung pada reputasi dan operasional Taman Safari.
Aswin menyebutkan bahwa jumlah pengunjung mengalami penurunan yang cukup signifikan, meskipun tidak mengungkapkan angka pastinya.
> “Penurunan kunjungan terasa sekali. Kalau dilihat dari tagar dan percakapan di media sosial, efeknya sangat terasa, termasuk dalam kerja sama bisnis,” tambahnya.
Baca Juga: Tarif Listrik Terbaru Mulai 28 April 2025 untuk Pelanggan Subsidi & Non-Subsidi, Simak Rinciannya
Komitmen TSI untuk Penyelesaian Damai dan Transparan
Kasus ini membuka babak baru dalam tata kelola lembaga hiburan berbasis hewan dan sirkus.
Melalui keterbukaan dan mediasi yang dijembatani oleh pemerintah daerah, diharapkan Taman Safari Indonesia dan para eks pemain sirkus bisa mendapatkan titik temu terbaik—dengan tetap menjaga hak semua pihak dan keberlangsungan lembaga secara profesional.***