daerah

Mbok Yem yang Telah Berpulang dan Asal-usul Warung Puncak Lawu yang 'Mahal'

Kamis, 24 April 2025 | 18:40 WIB
Nasib Warung puncak Lawu setelah Mbah Yem meninggal (X.com/irfansugiharto)

Teh buatannya tak hanya menghangatkan tubuh, tapi juga hati. Cerita-cerita beliau menjadi bagian dari pengalaman spiritual para pendaki.

Di usia senja, ketika kebanyakan orang lebih memilih tinggal bersama keluarga, Mbok Yem justru memilih menetap di puncak gunung.

Ia hidup berdampingan dengan alam dan melayani para tamu dari berbagai penjuru negeri dengan hati yang terbuka.

Baca Juga: 10 Jurusan Kuliah Tersulit di Dunia dan Prospeknya yang Menjanjikan

Warisan yang Abadi di Gunung Lawu

Kini, perjalanan panjang Mbok Yem telah usai. Ia memutuskan untuk menghabiskan hari-hari terakhir bersama keluarga sebelum akhirnya berpulang.

Kepergian beliau meninggalkan kesedihan yang mendalam, namun juga kenangan indah dan semangat yang tak akan pernah padam di hati para pendaki.

Warung di puncak Lawu mungkin akan sunyi untuk sementara, tetapi kisah dan semangat Mbok Yem akan terus hidup dalam setiap langkah pendaki yang menapaki jalur itu.***

Halaman:

Tags

Terkini