TITIKTEMU.CO, WONOGIRI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri menggelar Sosialisasi Literasi Digital guna mengantisipsi penyebaran hoaks, berita bohong, ujaran kebencian, dan konten berbau Sara menjelang Pemilu 2024.
Pemkab Wonogiri mengajak para konten kreator dan insan media menangkal berita bohong dan mewujudkan pemilu 2024 yang damai.
Baca Juga: INFOLOKER : BUMN KAI Wisata Menawarkan Posisi untuk Lulusan SMA Hingga S1. Ini Syaratnya
Kegiatan ini diinisiasi oleh Dinas Kominfo Kabupaten Wonogiri dengan mengangkat tema “Penginderaan Hoaks Jelang Pemilu 2024”.
Kepala Bidang Statistik, Informasi, dan Komunikasi Publik Dinas Kominfo Wonogiri, Broto Susilo mengatakan, jelang Pemilu 2024, isu-isu negatif, konten hoaks, dan hate speech berpotensi akan menyeruak.
“Karenanya, kami rasa menjadi sangat penting menggelar Sosialisasi Literasi Digital ini bagi para insan media, pengelola akun media sosial komersil, dan unsur-unsur yang terlibat dalam Pemilu seperti KPU dan Bawaslu,” ujar Broto.
Baca Juga: Sinopsis Film Joker, Ketika Orang Biasa Menjadi Jahat Secara Mental
Broto menyampaikan, tujuan digelarnya acara ini adalah untuk meningkatkan kepekaan para konten kreator dan insan media dalam menyebarluaskan berita pemilu, sehingga dapat menekan dan meminimalkan konten, tulisan, atau berita bernada Sara, bohong, dan negatif terkait Pemilu.
“Lebih jauh, tentunya untuk menjaga kondusivitas Kabupaten Wonogiri dalam menyongsong perhelatan besar pemilihan anggota legislatif, presiden, dan kepala daerah yang dilaksanakan serentak di tahun 2024 mendatang,” terang Broto.
Baca Juga: Dekat dengan Cimahi, Ini 11 Danau di Bandung Barat Paling Instagramable dan Asyik untuk Lokasi Gowes
Kegiatan yang digelar di Graha Personalia BKD Wonogiri, Jumat (27/10/2023) ini dihadiri oleh 50 orang peserta yang berasal dari kalangan media partner Pemkab Wonogiri, Imapres, Akademisi, KPU, Bawaslu, dan unsur-unsur lainnya.
Erwina Tri dan Guntur Wahyu dari Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Soloraya menjadi narasumber untuk menyampaikan dua materi, yakni Penginderaan Hoaks Jelang Pemilu dan Jeli Memeriksa Fakta Sebelum Bicara.
Dalam paparannya, Guntur menjelaskan, hoaks merupakan informasi, kabar, berita yang palsu atau bohong.