Stok Beras di Kota Yogya Selama Ramadan Aman, Warga Tak Perlu Panic Buying

photo author
AB Soleh, TitikTemu.co
- Rabu, 5 Maret 2025 | 07:00 WIB
Pasar Murah di salah satu kemantren  (Pemkot Yogyakarta)
Pasar Murah di salah satu kemantren (Pemkot Yogyakarta)

TITIKTEMU.CO, Jumlah stok beras di Kota Yogyakarta dipastikan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 3 bulan ke depan dengan ketersediaan beras mencapai 4.400 ton.

Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta Sukidi, kebutuhan beras per bulan di Kota Yogya kurang lebih 1.540 ton.

“Kalau siang hari penduduk di Kota Yogya bisa sampai empat kali lipat dari 400 ribu itu. Normalnya kebutuhan beras itu 1.540 ton per bulan. Kalau stok beras kita aman ya sampai tiga bulan ke depan, ada sekitar 1.400-1.500 ton,” terangnya.

Pihaknya menyatakan luas lahan di Kota Yogya hanya sekitar 32,07 hektar. Kalau ditanami padi hanya mampu menghasilkan 6 ton beras per hektar.

“Dengan kapasitas produktivitas 5 sampai 6 ton gabah kering panen per hektar, kalau jadi beras sekitar 85 persen, dikalikan 32,07 hektar kira-kira habis dikonsumsi dalam empat hari,” ujarnya.

Baca Juga: Mengapa Harga Beras di Indonesia Melonjak Tinggi? Simak Penjelasan Bank Dunia!

Sampai saat ini, lanjut Sukidi, Kota Yogya belum pernah mengalami kekurangan stok beras. Di mana setiap bulannya mendatangkan stok beras dari daerah-daerah penyangga.

“Kami kerja sama dengan daerah penyangga seperti Sleman, Bantul, Kulon Progo, kemudian Delanggu Klaten, Sukoharjo, Purworejo dan Blitar, dengan jenis beras kualitas medium,” paparnya.

Sukidi mengimbau kepada warga masyarakat agar tidak Panic buying atau memborong beras terlalu banyak, karena hal tersebut akan memicu terjadinya inflasi. Stok cadangan beras Pemkot sampai saat ini juga belum digunakan sejumlah 65,05 ton.

"Stok beras kita cukup, aman sampai 3 bulan ke depan termasuk selama Ramadan dan Idul Fitri nanti. Kami juga lakukan pengawasan pangan seminggu dua sampai tiga kali ke pasar rakyat dan modern jelang hari besar keagamaan nasional seminggu 2-3 kali. Untuk memantau ketersediaan, harga dan keamanan pangan,” imbaunya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: AB Soleh

Sumber: Pemkot Yogyakarta

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X