“Sisa makanan atau sampah organik kami kumpulkan, dan biasanya diambil oleh masyarakat sekitar, karena di sini banyak warga yang memiliki ternak. Dengan cara ini, tidak ada makanan yang terbuang sia-sia,” jelasnya.
Salah satu pengunjung, Muhammad Aligufron yang baru pertama kali datang ke Kampung Ramadan Jogokariyan mengapresiasi kegiatan yang ada di Masjid Jogokariyan.
“Suasananya benar-benar terasa Ramadan-nya. Pelayanan pembagian takjil sangat rapi dan terorganisir, apalagi jumlahnya sangat banyak,” katanya.
Baca Juga: LUAR BIASA! Kampung Ramadhan Jogokariyan, 20 Tahun Jadi Tujuan Ngabuburit di Yogyakarta
Sementara itu, Merlita Wulansari yang juga pengunjung menilai Masjid Jogokariyan tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga pusat dakwah yang terbuka untuk semua kalangan.
“Masjid ini begitu hidup, bukan hanya untuk umat Islam, tetapi juga bisa dilihat banyak dari berbagai macam kalangan bahkan ada beberapa bule yang ikut meramaikan di masjid ini. Ini sebagai jalan dakwah dalam menyebarkan kebaikan tidak hanya untuk umat muslim tapi untuk semua,” ujarnya.
Artikel Terkait
LUAR BIASA! Kampung Ramadhan Jogokariyan, 20 Tahun Jadi Tujuan Ngabuburit di Yogyakarta
3.500 Porsi Buka Puasa Gratis Disediakan Masjid Jogokariyan Selama Ramadhan 1445 H
CATAT! Daftar Menu Buka Puasa 2024 di Masjid Jogokariyan Yogyakarta, Mulai Rendang Padang, Bistik Hingga Tongseng Tersedia