DIY Uji Coba Bus Listrik Untuk Capai Transportasi Low Emission

photo author
AB Soleh, TitikTemu.co
- Jumat, 29 November 2024 | 09:00 WIB
 Pemda DIY melakukan uji coba bus listrik (Pemprov Yogya)
Pemda DIY melakukan uji coba bus listrik (Pemprov Yogya)

TITIKTEMU.CO, Pemda DIY melakukan uji coba bus listrik sebagai transportasi ramah lingkungan, sebagai upaya mengurangi polutan. Sekda DIY Beny Suharsono menyebut, uji coba ini merupakan langkah awal menuju penggunaan transportasi berbasis low emission (emisi rendah) di kawasan Sumbu Filosofi, Yogyakarta.

Uji coba dilakukan  dengan rute dari depan Pendopo Wiyoto Praja, Kompleks Kepatihan, melewati Jalan Mataram, kemudian menuju ke kawasan Malioboro. Uji coba bus listrik ini melibatkan penilaian dari berbagai pihak terkait keamanan, kenyamanan dan usia kendaraan.

Bus listrik ini akan menjadi bagian dari upaya untuk menurunkan polusi udara di kawasan yang juga ditetapkan sebagai warisan dunia. “Ini adalah energi terbarukan dengan listrik yang perlu diuji coba. Selain bus, pengadaan charger juga harus dipastikan ada,” ujar Beny Suharsono.

Menurut Beny, apabila evaluasi uji coba ini berjalan dengan baik dan hasilnya memuaskan, maka bus listrik akan digunakan secara bertahap. Selain itu, penggunaan energi listrik diharapkan dapat mendorong perubahan menuju transportasi yang lebih ramah lingkungan.

Baca Juga: Tambah Nyaman Nih Kuliah, UGM Luncurkan Bus Listrik Trans Gadjah Mada Keliling Kampus. Simak Jadwalnya

“Evaluasi ini sangat penting karena kita akan melihat semua aspek, termasuk seberapa efektif bus listrik ini dalam operasionalnya,” ujar Beny.

2 armada bus listrik yang diujicobakan ini memiliki kecepatan terbatas maksimal 60 km/jam. Oleh karena itu, masyarakat harus siap dengan perubahan pola pikir terkait kecepatan kendaraan yang lebih rendah. Menurut Beny, ini merupakan bagian dari desain kendaraan yang mengutamakan emisi rendah dan efisiensi energi.

“Karena menggunakan energi listrik, bus ini tidak bisa melaju lebih cepat dari 60 km/jam. Evaluasi terhadap efektivitas dan daya tahan mesin juga menjadi hal penting dalam tahap ini,” ungkat.

Terkait dengan rute operasional, Beny menjelaskan, saat ini rute bus listrik belum ditentukan secara pasti. Rencana evaluasi akan dilakukan menyeluruh untuk menentukan rute yang paling tepat, dengan mempertimbangkan faktor pengurangan emisi serta dampaknya terhadap kawasan Sumbu Filosofi.

“Nanti setelah evaluasi, rutenya akan ditetapkan. Yang jelas, kita akan melewati Sumbu Filosofi dari utara ke selatan, hingga ke daerah Krapyak,” jelas Beny.

Baca Juga: Uji Coba Bus Listrik Karya Anak Bangsa di Kota Semarang

Plt. Kepala Dinas Perhubungan DIY, Wiyos Santoso, menjelaskan, biaya pengadaan dua unit bus listrik yang saat ini sedang diuji coba di Yogyakarta berasal dari dukungan Dana Keistimewaan DIY. Menurutnya, total biaya untuk dua unit bus listrik beserta infrastrukturnya mencapai sekitar 7 hingga 8 miliar rupiah.

“Harga untuk dua unit bus listrik kemarin sekitar 7 milyar 400 juta rupiah, yang sudah termasuk charger-nya,” ujar Wiyos.

Ia juga menambahkan bahwa pengadaan charger untuk bus listrik ini terpisah dan telah dibangun di area parkir Maguwoharjo, yang kini sudah selesai dengan anggaran tersendiri.

Untuk mendukung operasional bus listrik ini, biaya untuk pengadaan listrik dan trafo diperkirakan sekitar 1 miliar rupiah. Wiyos mengungkapkan bahwa meskipun biaya ini cukup besar, ke depannya jika jumlah unit bus listrik bertambah, tidak akan ada tambahan biaya untuk charger, karena pengadaan charger sudah tersedia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: AB Soleh

Sumber: Pemprov Yogyakarta

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X