Dinkes dan Sekolah Di Yogya Waspada Penyakit Gondongan pada Anak

photo author
AB Soleh, TitikTemu.co
- Kamis, 31 Oktober 2024 | 11:20 WIB

TITIKTEMU.CO, Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta menghimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai penyakit gondongan atau parotitis, terutama sebagian besar penderitanya menyerang siswa Sekolah Dasar (SD) di wilayah Kota Yogyakarta. Penyakit gondongan merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus, terutama menyerang pada anak-anak. 

Kasi Pengendalian Penyakit Menular (P2M) dan Imunisasi  Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Endang Sri Rahayu mengungkapkan, ada sekitar 169 kasus gondongan di Kota Yogyakarta yang sebagian besar merupakan anak-anak SD. Endang menyebutkan, gondongan ditandai dengan pembengkakan di sekitar rahang atau leher akibat peradangan kelenjar parotis. Untuk gejala awal yang muncul antara lain demam, sakit kepala, nyeri saat mengunyah atau menelan, dan nyeri otot. 

“Penyakit ini sangat mudah menular, terutama di lingkungan sekolah, melalui percikan air liur atau kontak dengan benda yang terkontaminasi,” jelas Endang.

Baca Juga: Awas Penyakit ISPA Di Musim Pancaroba, Terutama Balita Dan Ibu Hamil

Untuk itu, Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta memberikan himbauan kepada pihak sekolah dan orang tua untuk meningkatkan kewaspadaan. 

“Penderita cenderung pada kurangnya kebersihan dan penyakit ini sangat mudah menular. Karena itu, himbauan kami untuk yang sakit, sebaiknya tidak masuk sekolah,”ungkapnya.

Pihaknya menambahakan, agar para orang tua memastikan bahwa anak-anak mereka telah mendapatkan vaksinasi Measles, Mumps, Rubella (MMR). “Pemberian vaksin MMR ini dapat mencegah terjadinya gondongan,”katanya.

Tambahnya, jika terjadi peningkatan kasus gondongan, diharapkan pihak sekolah bekerjasama dengan puskesmas setempat dalam memantau dan menangani kasus gondongan tersebut. 
Ketua Tim Kerja Surveilans Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Kesehatan yang juga selaku Epidemiolog di Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Solikhin Dwi menyebutkan, penyakit parotitis atau gondongan termasuk dalam kategori kejadian luar biasa secara epidemiologis.

Baca Juga: Menular Hanya Lewat Kulit, Mpox Jadi Penyakit yang Cepat Tersebar di Dunia: Ini Upaya Pencegahannya di Indonesia

Menurutnya, penyakit tersebut sangat meningkat dibandingkan tahun lalu. Dimana pada tahun 2023 tidak ada kasus ditemukan. Sementara, di tahun 2024 sampai dengan tanggal 30 Oktober 2024 ditemukan 169 kasus.

“Periode akhir September hingga minggu ketiga Oktober 2024 tidak terdeteksi kasus. Namun, pekan ini naik lagi dan jumlah penderitanya 169 orang yang rata-rata diderita oleh anak SD,”ungkapnya.

Ia berharap, para orang tua dan sekolah menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Sehingga angka penderita gondongan semakin berkurang di Kota Yogyakarta. 
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: AB Soleh

Sumber: Pemkot Yogyakarta

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X