TITIKTEMU.CO, Menghadapi kebutuhan stok pangan dan tabung gas selama Ramadan sampai Idulfitri tahun 2024, Pemerintah Kota Yogyakarta memantau ketersediaan pangan dan gas LPG 3 kg di tingkat agen dan gudang atau depo toko retail.
“Melakukan checking dan ketersediaan harga gas LPG yang menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat. Hasil pantauan dari stoknya mencukupi dan ada,” kata Penjabat Wali Kota Yogyakarta Singgih Raharjo.
Dari pemantauan ini, menurut Singgih saat Ramadan dan Idulfitri, permintaan gas LPG 3 kg justru agak menurun karena aktivitas memasak di siang hari tidak tinggi dan berkurangnya mahasiswa lantaran mudik. Apabila ada permintaan tinggi, agen juga langsung berkomunikasi dengan Dinas Perdagangan dan kolaborasi bersama Pertamina sehingga dalam sehari bisa dipenuhi.
“Harga juga stabil, gas melon tiga kilogram kg, untuk masyarakat dan UMKM harga di agen sekitar Rp 14.000. Sehingga kalau sampai di masyarakat harga Rp 16.000-Rp 17.000 wajar karena harus ada keuntungan,” paparnya.
Baca Juga: Ramadan Tinggal Hitungan Hari, Pemkot Yogyakarta Gencarkan Pasar Murah Di Kemantren
Saat ini ada sekitar 960 pangkalan dan 14 agen gas LPG di Kota Yogyakarta. Untuk kuota gas LPG 3 kg di Kota Yogyakarta dalam setahun kurang lebih 22.300 metric ton atau setara dengan pengisian ulang 7,4 juta tabung 3 kg.
Sementara untuk pemantauan pangan berupa beras, minyak goreng dan kebutuhan untuk Idulfitri seperti sirup dan biskuit. Singgih menegaskan pemantauan di tingkat gudang toko retail itu untuk memastikan ketersediaan pangan mencukupi selama Ramadan dan Idulfitri, terutama beras.
“Stoknya mencukupi. Baik itu dari sisi bahan kebutuhan selama bulan Ramadan dan Idulfitri seperti gula, sirup, biskuit dan sebagainya stoknya sangat cukup. Di gudang Indomaret juga ada beras SPHP dijual dengan harga sesuai yang ditetapkan pemerintah. Ternyata beras SPHP diminati oleh masyarakat pelanggan Indomaret karena dalam satu hari droping bisa langsung habis,” jelas Singgih,
Pihaknya menyatakan dengan permintaan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang diminati menjadi perhatian Pemkot Yogyakarta dan Bulog untuk bisa mendistribusikan lebih banyak lagi. Tidak hanya di toko retail, pasar tradisional tapi dengan pola-pola seperti pasar murah, operasi pasar akan terus dilakukan agar masyarakat mendapatkan beras dengan harga wajar.
Kebutuhan beras di Kota Yogyakarta rata-rata 1.164 ton/minggu dan pasokannya mencapai 1.543 ton/minggu. Oleh sebab itu ketersediaan beras di Kota Yogyakarta selama Ramadan dan Idulfitri aman atau mencukupi.
Artikel Terkait
Operasi Pasar Murah Di Batang Untuk Mengerem Harga
Pasar Murah Di Jepara Diserbu Masyarakat
Pasar Murah Goes To Kemantren, Cara Pemkot Yogya Jaga Stabilitas Harga
Ramadan Tinggal Hitungan Hari, Pemkot Yogyakarta Gencarkan Pasar Murah Di Kemantren