Ramadan Tinggal Hitungan Hari, Pemkot Yogyakarta Gencarkan Pasar Murah Di Kemantren

photo author
AB Soleh, TitikTemu.co
- Rabu, 6 Maret 2024 | 08:00 WIB
Kegiatan pasar murah di kemantren Gondomanan. (Pemkot Yogya)
Kegiatan pasar murah di kemantren Gondomanan. (Pemkot Yogya)

TITIKTEMU.CO, Menjelang bulan Ramadan yang sudah dalam hitungan hari, Pemerintah Kota Yogyakarta terus  menggelar pasar murah di kemantren-kemantren. Pasar murah  sejak 26 Februari sampai 18 Maret 2024 ini untuk menstabilkan beberapa harga pangan yang tinggi . 

Penjabat Wali Kota Yogyakarta Singgih Raharjo memantau langsung kegiatan pasar murah di kemantren seperti di Kemantren Gondomanan. Menurutnya terlihat antusiasme masyarakat terhadap program pemerintah terkait penyediaan pangan murah di kemantren. Apalagi akan memasuki bulan Ramadan. Hal itu terbukti dengan kehadiran masyarakat di kegiatan pasar murah di kemantren.

Beberapa komoditas yang harganya tinggi antara lain beras, telur ayam broiler dan gula pasir. Singgih menyatakan, dalam kegiatan pasar murah di kemantren tidak hanya menjual beras, tapi juga gula pasir, minyak goreng, telur, bawang merah dan bawang putih.

“Kita tidak hanya melibatkan Bulog, tapi juga mitra dari beberapa distributor untuk bisa berpartisipasi di pasar murah,” ujarnya

Baca Juga: Pasar Murah Goes To Kemantren, Cara Pemkot Yogya Jaga Stabilitas Harga

Singgih menegaskan Pemkot Yogyakarta juga memberikan subsidi untuk menekan harga pangan terutama beras. Dicontohkan untuk beras stabilisasi harga dan pasokan pangan (SPHP) harga standar sekitar Rp 10.800 per kilogram tapi dalam pasar murah itu dijual sekitar Rp 51.000 per 5 kilogram atau sekitar Rp 10.200 per kilogram. 

Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir terkait ketersediaan bahan pangan selama bulan Ramadan. Pemkot Yogyakarta sudah melakukan koordinasi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terkait ketersediaan pangan itu.

Singgih menyatakan Pemkot Yogyakarta juga melakukan kerja sama antar daerah dengan Bantul, Sleman dan Kulon Progo untuk memenuhi kebutuhan stok pangan di Kota Yogyakarta. Mengingat Kota Yogyakarta tidak memiliki lahan pertanian cukup, tapi Kota Yogyakarta menjadi pusat dari beberapa daerah.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: AB Soleh

Sumber: Pemkot Yogyakarta

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X