TITIKTEMU.CO - Masjid Jogokariyan Yogyakarta dikenal luas sebagai masjid yang makmur sekaligus memakmurkan umat. Di balik reputasi itu, ada sosok Ustaz Muhammad Jazir ASP.
Selama puluhan tahun dia mendedikasikan hidupnya untuk membangun masjid bukan hanya sebagai tempat ibadah, tapi juga sebagai pusat peradaban, pemberdayaan, dan kesejahteraan masyarakat.
Kepergiannya pada Senin pagi 22 Desember 2025 menjadi kehilangan besar bukan hanya Masjid Jogokariyan, tapi juga umat Islam. Yang pasti, gagasan dan teladannya terus hidup di tengah umat.
Baca Juga: Ketua Takmir Masjid Jogokariyan Ustaz Muhammad Jazir ASP Wafat di Usia 63 Tahun
Rekam jejak Ustaz Muhammad Jazir
lahir di Yogyakarta pada 28 Oktober 1962. Dia tumbuh di lingkungan religius karena ayahnya merupakan imam pertama Masjid Jogokariyan.
Sejak kecil, Jazir sudah akrab dengan aktivitas masjid. Bahkan saat masih duduk di kelas lima sekolah dasar, dia telah dipercaya menjadi ketua pengajian anak-anak di langgar kecil kawasan Jogokariyan, Yogyakarta.
Pengalaman itu membentuk karakter kepemimpinan Jazir sejak dini. Pada usia 10 tahun, dia belajar mengorganisasi kegiatan keagamaan, memimpin teman-temannya, serta memahami kebutuhan jamaah.
Empat tahun kemudian dia terpilih sebagai ketua remaja masjid. Dari sinilah kemampuannya dalam mengelola masjid mulai berkembang pesat.
Pemilihan Demokratis dan Terbuka
Pada era 1990-an, suksesi kepemimpinan takmir masjid umumnya dilakukan secara aklamasi. Namun, Jazir justru menolak cara itu saat didorong menjadi ketua takmir Masjid Jogokariyan.
Dia bersedia maju sebagai calon, namun mensyaratkan pemilihan dilakukan secara terbuka dan demokratis, melibatkan langsung jamaah. Usulan ini terbilang berani dan belum lazim pada masanya.
Akhirnya, pada 1999, Masjid Jogokariyan menggelar pemilihan ketua takmir secara langsung. Dari proses itu, Muhammad Jazir ASP terpilih sebagai ketua.
Momentum ini menjadi titik penting, bukan hanya bagi Masjid Jogokariyan, tapi juga bagi model pengelolaan masjid di Indonesia. Kepemimpinan masjid kini benar-benar mendapatkan mandat dari jamaah.