Karakter Raminten dikenal humoris, gemar menari dan menyanyi tembang Jawa, serta tampil dengan sanggul besar dan kacamata bulat.
Sosok inilah yang mencuri perhatian masyarakat dan kemudian menjadi inspirasi utama dalam membangun brand kuliner yang kini begitu melegenda.
Baca Juga: Aksi ‘Free Papua-Maluku’ di Forum PBB, Kemlu RI Tegaskan Tindakan Tegas dari PBB
Gelar Kehormatan dari Kraton Yogyakarta
Sejarah Raminten juga tak lepas dari kehormatan yang disandang Hamzah.
Ia menerima gelar kebangsawanan dari Sri Sultan Hamengku Buwono X, Raja Kraton Yogyakarta, dengan nama Kanjeng Mas Tumenggung Hamijinindyo.
Gelar ini menjadi bentuk pengakuan atas dedikasi beliau dalam pelestarian seni, budaya, dan kontribusinya dalam dunia usaha yang memperkuat identitas Yogyakarta sebagai kota budaya.
Hamzah juga merupakan pemilik Hamzah Batik, yang sebelumnya dikenal dengan nama Mirota Batik Malioboro, salah satu pusat oleh-oleh dan batik terkenal di kawasan Malioboro.
Baca Juga: Telkom University Buka Jalur Beasiswa 2025 untuk Anggota OSIS, Pramuka, dan PMR
Dari Layar Kaca ke Dunia Kuliner
Kesuksesan karakter Raminten di layar kaca membawa Hamzah Sulaiman untuk mendirikan restoran dengan konsep yang sama pada tahun 2008.
Ia mendirikan The House of Raminten di Jalan Faridan M. Noto No. 7, Kotabaru, Yogyakarta.
Baca Juga: Informasi Lengkap Gaji dan Cara Daftar Petugas PPSU Jakarta 2025: Peluang Karir Menarik
Restoran ini tidak hanya sekadar tempat makan, tetapi juga menjadi ruang budaya yang menghadirkan atmosfer khas Jawa.