TITIKTEMU.CO, Pelajar sekolah menengah pertama (SMP) Negeri 2 Pekalongan, Rayhanuna Nafi Kharida, meraih dua gelar juara sekaligus, dalam ajang tingkat internasional, bertajuk Selangor Open Super Cup Dance Championship 2025 – Open Asia Pasific Countries, di Selangor, Malaysia Minggu (5/1).
Siswi kelas dua tersebut meraih Juara 2 (Runner Up) kategori Usia 14 Tahun dan Juara Harapan 5 kategori Solo Open 5 Dance (Elite Class) dalam Ajang itu.
Ia menjelaskan, ajang bergengsi ini merupakan pengalaman kedua baginya di tingkat Internasional. Kompetisi pertama diikutinya di Malaysia, pada Agustus 2024. Sebelum berlaga, Nuna, sapaan akrabnya, mengaku sempat merasa gugup karena harus bersaing dengan peserta dari berbagai negara.
“Awalnya tidak menyangka karena pesertanya cukup banyak dari beberapa negara. Namun, dengan berlatih dengan tekun dan tampil percaya diri dengan kemampuan yang dimiliki, alhamdulillah bisa meraih prestasi,” ucapnya.
Nuna tertarik untuk menggeluti bidang menari, khususnya dansa, sejak kelas VII sekolah dasar. Ia pun telah bergabung dalam Asosiasi Masyarakat Dansa Indonesia (AMDI) Kota Pekalongan di bawah naungan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI).
Untuk mengikuti kompetisi internasional tersebut, Nuna menyatakan, dirinya rutin berlatih, selama 6-8 jam setiap hari, di Gedung Golkar Pekalongan.
“Walaupun cukup menyita waktu dan harus berbenturan dengan waktu belajar di sekolah, tetapi alhamdulillah dari sekolah memberikan dukungan penuh kepada saya,” ceritanya.
Baca Juga: Kalau Kampung Menari Jadi Unggulan Pemkot dalam Penilaian Anugerah Kebudayaan Indonesia
Kepala SMP Negeri 2 Kota Pekalongan, Sugono, mengungkapkan apresiasinya terhadap prestasi yang diukir oleh salah satu peserta didiknya tersebut.
“Sekolah merasa bangga sebab salah satu peserta didik kami yang memiliki talenta di bidang dansa bernama Nuna telah berhasil mengharumkan nama Indonesia, khususnya Kota Pekalongan dan keluarga SMP Negeri 2 Kota Pekalongan,” tuturnya.
Lebih lanjut, dalam rangka mendukung peserta didik yang memiliki talenta di bidang tertentu, pihaknya memberikan dispensasi waktu bagi Nuna untuk berlatih dan mengikuti lomba. Namun demikian, sekolah tetap memperhatikan karir jenjang pendidikan peserta didiknya tersebut, dengan memberikan jam tambahan khusus. Dengan begitu, sekolah tetap bisa memfasilitasi minat dan bakat peserta didiknya tanpa meninggalkan kewajibannya sebagai seorang pelajar.
Artikel Terkait
Desa Wisata Menari , Yang Ini Bukan Desa Horor Ya.....
Asiknya Belajar Menari Di Pura Mangkunegaran Solo , Kapan Saja?
Ini Jadinya Kalau Seribu Penari Dari 169 Kampung Di Yogya Menari Bareng
Ratusan Siswa Diajak Belajar Menari dan Membatik
Kalau Kampung Menari Jadi Unggulan Pemkot dalam Penilaian Anugerah Kebudayaan Indonesia