Sport Tourism ; Wisata Dan Olahraga Dengan Kearifan Lokal Indonesia

photo author
Leonardo Pamungkas, TitikTemu.co
- Minggu, 22 Agustus 2021 | 14:00 WIB
Pacu Jawi, balapan sapi yang bisa dikembangkan menjadi sports tourism (Pic. Kemenparekraf)
Pacu Jawi, balapan sapi yang bisa dikembangkan menjadi sports tourism (Pic. Kemenparekraf)

 Baca Juga: 5 Es Kopi Susu Kekinian yang Rasanya Ajaib Banget, Ini Resepnya

Perahu Sandeq

Festival Perahu Sandeq termasuk juga sport tourism dengan kearifan lokal khas Indonesia selanjutnya. Buat yang belum tahu, Perahu Sandeq adalah perahu tradisional suku Mandar, Sulawesi Barat yang digadang-gadang sebagai perahu tercepat di dunia. Bahkan, perahu Sandeq konon bisa mencapai kecepatan 15-29 knot, atau sekitar 54 km/jam!

 Keunikan perahu Sandeq juga telah dilirik dunia, pasalnya perahu ini menjadi salah satu aset nasional yang dipamerkan di Museum d’Histoire Naturelle, Perancis. Uniknya lagi, ternyata desain Perahu Sandeq telah berusia 3.000 tahun, dan menjadi salah satu perahu tertua dalam sejarah maritim Indonesia. Sehingga, diadakannya festival Perahu Sandeq ini bisa menjadi ajang pariwisata budaya maritim. Dengan begitu, ke depannya dapat menarik lebih banyak minat wisatawan lokal dan mancanegara.

 Baca Juga: Omset Jutaan Rupiah, Warga Olah Daun Kelor Jadi Sirup

Ironman Bintan

Pilihan sport tourism selanjutnya yaitu Ironman Bintan, ajang triathlon paling menantang di Asia. Ironman Bintan 2019 lalu  diikuti 1.044 peserta dari 58 negara, di antaranya Filipina, Selandia Baru, Singapura, Australia, Jepang, hingga Amerika Serikat.

 Melihat tingginya antusiasme masyarakat, ajang tersebut dapat menarik perhatian wisatawan mancanegara untuk berkunjung dan berwisata di Indonesia. Selain itu, event ini semakin memperjelas bahwa Bintan menjadi salah satu destinasi sport tourism terbaik di Indonesia.

 Bukan hal yang tidak mungkin jika sport tourism dengan kearifan lokal di Indonesia dapat memberikan dampak positif dalam pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia ke depannya melihat dari potensi-potensi yang ada (leo)***

 

 

 

 

 

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: Kemenparekraf.go.id

Tags

Rekomendasi

Terkini

X