“Pengembangan kawasan Borobudur saat ini sangat terasa buat kami. Banyak wisatawan berdatangan ke desa-desa, dan menikmati paket wisata yang ada,” kata pengelola wisata jip sekaligus pemilik Gubuk Kopi, Agus Prayitno.
Agus mengatakan, tiap hari wisatawan datang ke tempatnya terus meningkat. Tidak kurang dari 2.000 orang wisatawan datang untuk menikmati paket wisata yang disediakan.
“Kondisinya sudah kembali normal seperti sebelum pandemi, bahkan sekarang lebih banyak wisatawan datang. Kami sangat merasakan dampak pengembangan Kawasan Borobudur ini,” ungkqpnya.
Dampak lain adalah masyarakat desa yang kini mulai mandiri. Banyak anak muda pulang kampung dari merantau dan bekerja di desa.
“Kami berharap dengan berkembangnya kawasan Borobudur dan meningkatnya wisatawan, masyarakat tidak ada yang menganggur,” pungkasnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang sedang berkegiatan di Magelang merasakan betul denyut ekonomi kawasan Borobudur yang bergeliat.
“Sudah mulai ramai ya, hotel-hotel penuh bahkan homestay di desa-desa dan Balkondes juga penuh semua. Bahkan tadi ada yang bilang kami sudah full booking sampai akhir bulan. Tentu senang mendengarnya,” kata Ganjar.
Ditambahkan, pengembangan kawasan Borobudur memang ditargetkan bisa mengangkat ekonomi masyarakat. Tidak hanya yang ada di kawasan Candi Borobudur, tapi masyarakat sekitarnya juga diharapkan mendapat rezeki dari program ini. ***
Ikuti beragam berita terbaru, olahraga, lowongan pekerjaan dan informasi bermanfaat lainnya di TitikTemu.co
Artikel Terkait
Santap Siang di Capitol Hill, Jokowi Sampaikan Pentingnya Stabilitas dan Kemakmuran Kawasan
Saat 11 Napi Bandar Narkoba Lapas Semarang Dipindahkan ke Nusakambangan...
Kasad Tinjau Latihan Penembakan Armed di Sukabumi
Perayaan Tri Suci Waisak Nasional 2022 Diawali Pengambilan Api Dharma Waisak di Api Abadi Mrapen
Pertama Dalam Sejarah India Menjadi Juara Thomas Cup Setelah di Final Menumbangkan Indonesia 3-0