Desa Wisata Pentingsari berada sekitar 11 kilometer dari puncak Gunung Merapi, tepatnya di Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta.
Desa Wisata Pentingsari pernah meraih penghargaan Indonesia Suistainable Tourism Awards (ISTA) 2017.
Desa wisata Jogja ini juga masuk dalam daftar 100 Top destinasi pariwisata berkelanjutan di dunia versi Global Green Destinations Days (GGDD) 2019.
Desa wisata ini menawarkan suasana alam pegunungan yang asri dan alami. Keramahtamahan juga mejadi keunggulan desa wisata ini.
Tidak ada tiket masuk ke Desa Wisata Pentingsari. Namun, jika mengikuti paket wisata ada beberapa pilihan tarif.
Desa wisata ini kerap dikunjungi wisatawan dari mancanegara. Mereka menginap, dan berbaur bersama penduduk setempat melakukan aktivitas sehari-hari.
Mulai dari bertani, serta ikut dalam kegiatan budaya dan kesenian tradisional, seperti musik tradisional gamelan, pembuatan batik, kuliner jamur dan tempe serta kopi.
Baca Juga: Asyiik! Sekarang Ada Pusat Kuliner Hele Yo di Pinggir Danau Sentani
Desa Wisata Tembi
Desa Wisata Tembi merupakan salah satu desa wisata Jogja yang sukses menata kawasannya.
Desa wisata Jogja ini menawarkan koleksi peralatan masak tradisional masyarakat Jawa, antara lain tungku, dandang, kemudian senjata tradisional seperti keris, tombak.
Daya tarik yang Desa Wisata Tembi adalah outbound di alam pedesaan. Di desa ini, wisatawan bisa melakukan kegiatan seperti membajak sawah, dan menangkap belut.
Baca Juga: Gua Batu Cermin Pilihan Lain Bagi Wisatawan di Labuan Bajo yang Makin Diminati
Artikel Terkait
Sports Track Hutan Tinjomoyo, Destinasi Wisata Baru di Semarang
DAMRI Telah Membuka Rute Yogyakarta ke Dieng untuk Mendukung Peningkatan Pariswisata
Wisata ke Gunung Bromo dengan Mobil Sendiri, Ini Jalurnya
Panduan Wisata Backpacker ke Bromo, Begini Caranya
Agenda Seni Budaya Terdekat di Jogja dan Solo, Jangan Terlewat!
Sendratari Ramayana di Prambanan Ternyata Libatkan 200 Penari Lebih, Kapan Ya Ada Pertunjukan Lagi?
Horeee! Jurug Solo Zoo Dibuka untuk Semua Umur
Hotel Pelangi, Hotel Tertua dan Saksi Bisu Sejarah Kota Malang