TITIKTEMU.CO MAGELANG – Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen mengatakan sektor pariwisata paling terdampak pandemi Covid-19.
Namun, seiring meredanya wabah, wisata justru sektor yang pulih paling cepat.
Baca Juga: Harga Beras Merambat Naik, Buwas: Jangan Khawatir Naik Dikit, Harganya Tetap Terjangkau!
Hal itu disampaikannya saat berlangsung acara penghargaan Anugerah Pariwisata Jawa Tengah 2022 di Pelataran Panca Arga Ketep Pass Kabupaten Magelang, 23 September 2022.
“Target (kunjungan wisatawan) kita sekitar 11 jutaan (orang), tapi saat ini untuk wisman (wisatawan mancanegara) dan wisnus (wisatawan nusantara) sudah mencapai 13 juta (orang) wisatawan. Untuk wisatawan mancanegara dari target 600-an (orang), ternyata sudah mencapai (sekitar) 5.000 wisman. Ini artinya, gaung dari teman-teman pariwisata bagus,” papar Gus Yasin, sapaan akrabnya seperti dikutip TITIKTEMU.CO dari laman Diskominfo Jateng.
Penghargaan Anugerah Pariwisata Jawa Tengah 2022 Anugerah diberikan kepada 20 tokoh dan pemerintah kabupaten/kota di provinsi Jawa Tengah.
Anugerah yang diberikan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jateng ini, diharapkan dapat menggenjot semangat pengembangan wisata yang inovatif, dan mampu menggeliatkan sektor ekonomi kerakyatan.
Selain Taj Yasin Maimoen hadir juga dalam acara itu Ketua PWI Jateng Amir Machmud, kepala daerah penerima penghargaan, serta pelaku wisata.
Baca Juga: Aplikasi Tata Praja, Surat-Menyurat di Kantor Ganjar Cukup Dicek Via Smartphone
“Target (kunjungan wisatawan) kita sekitar 11 jutaan (orang), tapi saat ini untuk wisman (wisatawan mancanegara) dan wisnus (wisatawan nusantara) sudah mencapai 13 juta (orang) wisatawan. Untuk wisatawan mancanegara dari target 600-an (orang), ternyata sudah mencapai (sekitar) 5.000 wisman. Ini artinya, gaung dari teman-teman pariwisata bagus,” lanjut Yasin.
Dia mengapresiasi PWI Jateng yang memberikan penganugerahan untuk insan pariwisata. Menurutnya, upaya itu adalah bentuk dukungan bagi kepala daerah maupun pelaku wisata, di daerah masing-masing.
“Para penerima penghargaan berasal.dari jarak wilayah yang tidak jauh (berdekatan). Untuk itu ayo komunikasi dan promosi bareng, sehingga wisatawan berkehendak untuk long stay. Dampaknya bukan hanya tempat wisata, tapi juga masyarakat sekitar,” ucapnya.